Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 01 March 2018

Dunia Politik dan Serigala Agama


Dunia Politik dan Serigala Agama

islamindonesia.id – Dunia Politik dan Serigala Agama

 

Tahun ini hingga 2019 mendatang, Indonesia kembali memasuki tahun politik. Seperti  tahun-tahun politik sebelumnya, sudah menjadi kebiasaan bahwa tensi hubungan antar sesama anak bangsa menjadi hangat oleh persaingan kubu politik yang tercipta.

Untuk itu, sebagai Muslim dan warga negara yang memiliki hak politik, mungkin ada baiknya kita renungkan hadis berikut:

“Dua ekor serigala lapar yang dilepas di tengah sekawanan kambing tidak lebih merusak ketimbang merusaknya seseorang terhadap agamanya karena ambisinya pada harta dan kedudukan.” [HR at-Tirmidzi]

Berdasarkan hadis tersebut, manusia ternyata memiliki potensi kebuasan yang sama dengan—atau bahkan lebih dari—binatang. Manusia tak hanya punya kemampuan merusak benda-benda, binatang, alam, atau sesama manusia, tapi juga bisa merusak hal yang paling diluhurkan: agama.

Saat manusia dikuasai rasa tamak terhadap harta (mâl) dan kemuliaan, kehormatan kedudukan (syaraf), saat itulah agama dirusak. Sebab, agama tak lagi menjadi fondasi melainkan hal yang tak dianggap penting lagi, atau mungkin sekadar alat: mengatasnamakan agama untuk mengeruk kekayaan, mengatasnamakan agama untuk meraih jabatan atau gengsi golongan.

Hal ini juga berlaku di dunia politik, khususnya di negara dengan penduduk mayoritas Muslim seperti Indonesia. Sudah sepatutnya jika semua kegiatan politik didasarkan pada nilai agama. Jika politik tidak didasarkan pada nilai agama, maka manusia yang terjun ke dunia politik akan menjadi liar, membahayakan dan membuatnya menjadi serigala bagi manusia lain.

Di sinilah perlunya ada nilai agama yang memandu agar kehidupan politik bisa berjalan dengan aman dan damai. Terlebih Indonesia adalah negara Pancasila yang mengandung nilai-nilai luhur sebagai dasar bagi pembangunan politik, yang semuanya tidak bertentangan dengan agama, yaitu nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, dan keadilan.

Pendek kata, negara kita bukanlah negara sekuler yang memisahkan antara kehidupan negara dan agama. Indonesia sebagai negara Pancasila, mesti menempatkan agama sebagai sumber nilai dan inspirasi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan demikian diharapkan agar dunia politik kita tidak dihuni dan diramaikan oleh para serigala agama, yang menghalalkan segala cara untuk meraih kuasa, tak terkecuali dengan jalan saling “memakan” sesamanya.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *