Satu Islam Untuk Semua

Friday, 26 January 2018

Banyak Orang Tua Lakukan 10 Kesalahan Ini Dalam Mendidik Anak


Banyak Orang Tua Lakukan 10 Kesalahan Ini Dalam Mendidik Anak

islamindonesia.id – Banyak Orang Tua Lakukan 10 Kesalahan Ini Dalam Mendidik Anak

 

Bagi setiap orang tua, keberadaan anak selain sebagai anugerah, merupakan titipan dan amanah dari Allah yang mesti dijaga. Tugas orang tualah merawat lahir batin sang anak, sejak dia kecil hingga si anak tumbuh dewasa dan mampu mandiri.

Namun seringkali ada beberapa hal yang tak banyak disadari, berupa kesalahan yang mungkin para orang tua perbuat dalam proses mendidik anak-anak mereka.

Apa saja? Berikut ini beberapa di antara kesalahan itu.

  1. Kurang Pengawasan

Menurut Professor Robert Billingham, Human Development and Family Studies – Universitas Indiana, “Anak terlalu banyak bergaul dengan lingkungan semu di luar keluarga, dan itu adalah tragedi yang seharusnya diperhatikan oleh orang tua”.

Nah sekarang tahu kan, bagaimana menyiasatinya, misalnya bila anak Anda berada di penitipan atau sekolah, usahakan mengunjunginya secara berkala dan tidak terencana. Bila pengawasan Anda jadi berkurang, solusinya carilah tempat penitipan lainnya. Jangan biarkan anak Anda berkelana sendirian. Anak Anda butuh perhatian.

  1. Gagal Mendengarkan

Menurut psikolog Charles Fay, Ph.D. “Banyak orang tua terlalu lelah memberikan perhatian – cenderung mengabaikan apa yang anak mereka ungkapkan.” Contohnya, ketika anak pulang dengan mata yang lebam, umumnya orang tua lantas langsung menanggapi hal tersebut secara berlebihan, menduga-duga si anak terkena bola, atau berkelahi dengan temannya. Faktanya, orang tua tidak tahu apa yang terjadi hingga anak sendirilah yang menceritakannya.

  1. Jarang Bertemu Muka

Menurut Billingham, orang tua seharusnya membiarkan anak melakukan kesalahan, biarkan anak belajar dari kesalahan agar tidak terulang kesalahan yang sama. Bantulah anak untuk mengatasi masalahnya sendiri, tetapi jangan mengambil keuntungan demi kepentingan Anda.

  1. Terlalu Berlebihan

Menurut Judy Haire, “Banyak orang tua menghabiskan 100 km per jam mengeringkan rambut, dari pada meluangkan 1 jam bersama anak mereka”. Padahal anak perlu waktu sendiri untuk merasakan kebosanan, sebab hal itu akan memacu anak memunculkan kreatifitas tumbuh.

  1. Bertengkar Di Hadapan Anak

Menurut psikiater Sara B. Miller, Ph.D., perilaku yang paling berpengaruh merusak adalah “bertengkar” di hadapan anak. Saat orang tua bertengkar di depan anak mereka, khususnya anak lelaki, maka hasilnya adalah seorang calon pria dewasa yang tidak sensitif yang tidak dapat berhubungan dengan wanita secara sehat. Orang tua seharusnya menghangatkan diskusi di antara mereka, tanpa anak-anak di sekitar mereka. Wajar saja bila orang tua berbeda pendapat tetapi usahakan tanpa amarah. Jangan ciptakan perasaan tidak aman dan ketakutan pada anak.

  1. Tidak Konsisten

Anak perlu merasa bahwa orang tua mereka berperan. Jangan biarkan mereka memohon dan merengek menjadi senjata yang ampuh untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Orang tua harus tegas, konsisten dan berwibawa di hadapan anak.

  1. Mengabaikan Kata Hati

Menurut Lisa Balch, ibu dua orang anak, “Lakukan saja sesuai dengan kata hatimu dan biarkan mengalir tanpa mengabaikan juga suara-suara di sekitarnya yang melemahkan. Saya banyak belajar bahwa orang tua seharusnya mempunyai kepekaan yang tajam tentang sesuatu.”

  1. Terlalu Banyak Nonton TV

Menurut Neilsen Media Research, anak-anak yang berusia 2-11 tahun menonton 3 jam dan 22 menit siaran TV sehari. Menonton televisi akan membuat anak malas belajar. Orang tua cenderung membiarkan anak berlama-lama di depan TV daripada mengganggu aktifitas orang tua. Sementara pada saat yang sama, orang tua sangat sulit memfilter masuknya iklan negatif yang tidak mendidik.

  1. Segalanya Diukur Dengan Materi

Menurut Louis Hodgson, ibu 4 anak dan nenek 6 cucu, “Anak sekarang mempunyai banyak benda untuk dikoleksi”. Tidaklah salah memanjakan anak dengan mainan dan liburan yang mewah. Tetapi yang seharusnya disadari adalah anak Anda membutuhkan quality time bersama orang tua mereka. Mereka cenderung ingin didengarkan dibandingkan diberi sesuatu dan diam.

  1. Bersikap Berat Sebelah

Beberapa orang tua kadang lebih mendukung anak dan bersikap memihak anak sambil menjelekkan pasangannya di depan anak. Mereka akan hilang persepsi dan cenderung terpola untuk bersikap berat sebelah. Luangkan waktu bersama anak minimal 10 menit di sela kesibukan Anda. Dan pastikan anak tahu saat bersama orang tua adalah waktu yang tidak dapat diinterupsi.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *