Satu Islam Untuk Semua

Monday, 24 August 2015

‘Islam Hijau’, Apakah Itu?


illegal-logging

Tahukah Anda bahwa Indonesia memiliki luas hutan sebesar 94 Juta hektar? Itu berarti hampir separuh wilayah Indonesia berupa kawasan hijau. Tapi Indonesia, yang notabene memiliki masyarakat mayoritas Muslim, justru berada di posisi  ketiga negara dengan tingkat kerusakan hutan terparah, setelah Brasil dan Australia. 

Ironis. Padahal Islam adalah agama yang mengajarkan kesetiaan dan keramahan pada lingkungan. 

Sejatinya, ada tiga hubungan yang paling fundamental dalam kehidupan seorang Muslim: mengenal Tuhan, diri sendiri dan alam tempat ia tinggal. Tiga prinsip ini seharusnya menyadarkan setiap Muslim kalau Tuhan yang selama ini kerap dipersepsi ‘jauh’, sebenarnya ‘dekat’ dengan caa yang menakjubkan. 

Dalam Al Quran dan hadis, Allah SWT  digambarkan punya dua sifat besar, yaitu Tasybih dan Tanzih. Tasybih adalah Dia memiliki kesamaan dengan Makhluk-Nya. Sedangkan Tanzih adalah Dia sepenuhnya berbeda dari apapun di dunia ini, seperti pada ayat “Laisa kamitslihi syai’a”. 

Manusia, sebagai khalifah, berarti pelanjut atau deputi Tuhan. Ia tak bermakna kekuasaan sewenang-wenang. Meski beda dan berada dalam posisi hierarkis yang ada di atas unsur alam dan selebihnya; ia juga merupakan ‘saudara alam’.
Bahkan dalam pandangan tasawwuf, manusia adalah ‘mikro kosmos’ atau alam dalam bentuk yang lebih kecil. Dalam dirinya terkandung semua unsur alam; air, api, tanah dan udara. Jika dalam kartun, ada avatar yang mampu mengendalikan unsur-unsur tersebut. Nah, manusia seperti itu.

Wujud manusia dan wujud alam adalah satu, bersumber dari wujud-Nya. Karena itu, dalam perspektif ‘Tauhid Wujudi’ seperti ini, Islam sepenuhnya ramah lingkungan. Manusia Muslim pun harus sepenuhnya jadi seorang ‘pejuang hijau’, environmentalis alias pegiat lingkungan sejati. 

Dalam Islam, tidak hanya manusia yang menyembah Tuhan, tetapi seluruh alam. Bahkan, benda-benda yang selama ini kita anggap mati sebenarnya berjiwa. Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 74, “Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya, dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah air mata karena takut kepada Allah.” 

Karena itu, sesama makhluk Allah manusia dan alam sudah sepatutnya saling menjaga. Dalam pandangan Islam irfani, percaya bahwa manusialah pengendali kekuatan benda-benda. Akankah umat Muslim tergerah untuk mencintai lingkungan dengan bukti-bukti ini? Anda yang tahu jawabannya.

Andi/Islamindonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *