Satu Islam Untuk Semua

Friday, 26 January 2018

KISAH – Tukang Cukur Berkata Tuhan Itu Tidak Ada


KISAH – Tukang Cukur Berkata Tuhan Itu Tidak Ada

islamindonesia.id – Tukang Cukur Berkata Tuhan itu Tidak Ada

 

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya sambil terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.

Mereka membicarakan banyak hal dan beragam topik pembicaraan, hingga akhirnya pembicaraan beralih tentang Tuhan dan nasib manusia.

Si tukang cukur bilang, ”Saya tidak percaya kalau Tuhan itu ada.”

“Kenapa kamu berkata begitu?” tanya si konsumen.

“Begini, coba kamu perhatikan di depan sana, di jalanan. Lihat apa yang ada di sana untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada,” kata tukang cukur. “Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada. Adakah yang sakit? Adakah anak-anak terlantar? Adakah manusia yang hidupnya susah sepertiku? Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit atau kesusahan.”

“Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi,” tambahnya.

Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon apa yang dikatakan si tukang cukur tadi, karena dia tidak ingin terlibat debat kusir dengannya.

Si tukang cukur pun menuntaskan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat itu.

Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, gimbal, kotor dan brewokan. Orang itu terlihat dekil dan tidak terawat.

Si konsumen balik ke tempat tukang cukur tadi dan berkata, “Kamu tahu, sebenarnya di dunia ini tidak ada tukang cukur!”

Kaget dan merasa tidak terima, si tukang cukur bertanya, “Aneh. Kok bisa kamu bilang begitu? Kamu kan tahu saya ini tukang cukur dan saya ada di sini. Bahkan barusan saya juga yang mencukurmu!”

“Tidak!” elak si konsumen. “Tukang cukur itu tidak ada! Sebab jika tukang cukur itu ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang, kotor dan brewokan seperti yang di luar sana,” si konsumen menambahkan.

“Ah, tidak bisa begitu dong kesimpulannya. Tukang cukur itu tetap ada,” sanggah si tukang cukur. “Apa yang kamu lihat itu adalah akibat salah dia sendiri. Mengapa dia tidak datang ke sini untuk mencukur dan merapikan rambutnya sepertimu?” jawab si tukang cukur membela diri.

“Nah, kalau itu, baru saya setuju,” kata si konsumen. “Itulah poin utamanya. Sama halnya dengan Tuhan.”

“Maksud kamu bagaimana?” tanya si tukang cukur belum mengerti.

“Sebenarnya Tuhan itu ada! Tapi apa yang terjadi sekarang ini? Mengapa orang-orang tidak mau datang kepada-Nya dan tidak mau mencari-Nya? Pantas saja banyak manusia yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini,” kata si konsumen.

Si tukang cukur baru tersadar dan dalam hati dia berkata, “Benar juga apa kata dia. Mengapa aku tidak mau datang kepada Tuhanku, untuk beribadah dan berdoa, memohon agar dihindarkan dari segala kesusahan dalam hidup ini?”

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *