Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 19 January 2019

KISAH – Takdir Membutakan Mata


33597345076_4c4bcaeae5_b

islamindonesia.id – KISAH – Takdir Membutakan Mata

 

 

Seekor burung hering dan rajawali terbang bersama-sama di angkasa. Kepada rajawali, burung hering mengatakan, “Tak ada yang mampu melihat sejauh penglihatanku.”

“Mungkin saja engkau benar,”ujar Rajawali. “Tapi apa yang dapat engkau lihat di seberang gurun sana?”

Sembari menatap ke bawah, burung hering berkata dengan penuh keyakinan, “Di sana kulihat sebutir padi atau gandum.”

Lalu hering terbang ke bawah disusul oleh rajawali. Saat mendarat di tempat butiran gandum itu, ia terperangkap oleh sebuah jebakan. Ia tak tahu bahwa melalui butir itu, takdir menjerat lehernya.

Tidak setiap tiram mengandung mutira dan tidak setiap pemanah mampu mengenai sasaran. Rajawali lalu melontarkan pertanyaan, “Apa gunanya kemampuan melihat sebutir gandum jika engkau tak mampu melihat perangkap musuh?”

“Berhati-hatilah,” kata si burung hering yang masih dalam jebakan. “Janganlah engkau mencoba mendahului takdir.”

Ketika putusan takdir tiba menjadi kenyataan, mata yang paling tajam pun diubah menjadi buta. Di tengah lautan, di mana tidak terlihat garis pantai, maka sia-sialah semua upaya si perenang.

 

***

Kisah di atas dikutip dari kitab Bustan karya seorang sufi Syeikh Sa’di Shirazi. Seperti karya sufi lainnya, kisah-kisah dalam kitab Bustan dapat dikatakan ringan namun sarat dengan makna.

 

 

 

YS/Islamindonesia

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *