Satu Islam Untuk Semua

Friday, 04 May 2018

KISAH – Santri Pergoki Guru dari Sang Guru Mengemis di Pasar


KISAH – Santri Pergoki Guru dari Sang Guru Mengemis di Pasar

islamindonesia.id – Santri Pergoki Guru dari Sang Guru Mengemis di Pasar

 

Di dalam kitab Salalim Al-Fudhola yang merupakan syarah dari Kifayatul Atqiya’ dijelaskan bahwa orang fakir terbagi menjadi tiga macam. Pertama adalah orang fakir yang tidak meminta-minta dan tidak mau menerima pemberian orang lain. Kedua, orang fakir yang tidak meminta-minta tapi jika diberi orang lain dia akan menerima. Terakhir, orang fakir yang meminta pemberian dari orang lain.

Menurut para ulama, di akhirat kelak, orang fakir pertama akan masuk kelompok Ruhaniyyin, orang fakir kedua bersama Muqarrabin dan orang fakir ketiga bersama Ashshadiqin.

Berkenaan dengan orang fakir tersebut, ada sebuah cerita menarik yang dapat kita ambil hikmahnya.

Alkisah, ada seorang wali besar sekaligus guru Syaikh Junaid Al-Baghdadi, yaitu Syaikh Imam Abu Ishaq Annuri. Suatu hari, santri Imam Junaid Al-Baghdadi memergoki Syaikh Imam Abu Ishaq sedang meminta-minta alias mengemis di pasar. Melihat hal itu mereka merasa malu dan dengan cepat langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Syaikh Junaid Al-Baghdadi.

“Wahai Imam Junaid, kami merasa malu sebab melihat guru engkau, Syaikh Imam Abu Ishaq Annuri sedang mengemis di pasar,” keluh murid Syaikh Junaid Al-Baghdadi.

Mendapat aduan dari muridnya tersebut, Syaikh Junaid Al-Baghdadi tidak kaget. Sebab ia berkeyakinan bahwa yang dilakukan oleh Syaikh Imam Abu Ishaq Annuri itu merupakan bentuk upaya agar orang-orang yang bersedekah kepadanya bisa mendapatkan pertolongan dari Allah SWT, sehingga mereka bisa selamat di dunia dan akhirat karena terhindar dari sifat kikir serta bakhil.

“Sekarang saya mau bersedekah kepada Imam Annuri, saksikanlah oleh kalian apa yang akan terjadi,” jawab Imam Junaid.

Tidak lama kemudian Imam Junaid langsung menimbang emas sebanyak 100 dinar dan dilebihi 1 genggaman. Setelah itu ia menyuruh santrinya untuk pergi ke pasar dan memberikan timbangan emas tersebut kepada Imam Annuri.

“Wahai Syaikh, kami mau bersedekah, silakan ambil ini,” ucap santri Syaikh Junaid sambil menghaturkan emas dari Syaikh Junaid Al-Baghdadi.

Sedekah tersebut langsung diterima oleh Imam Annuri, namun kemudian menyuruh santri tersebut agar mencari timbangan untuk menimbang sedekah yang diberikan. Setelah diketahui jumlah sedekahnya berjumlah 100 dinar lebih 1 genggam, Imam Annuri hanya mengambil segenggam saja dan mengembalikan sisanya yang berjumlah 100 dinar.

Santri Imam Junaid pun pulang dan melaporkan kejadian tersebut serta mengembalikan emas 100 dinar. Sambil menangis Syaikh Junaid berkata kepada para santrinya; itulah Ahli Hikmah, hanya mengambil hak Allah dan mengembalikan hak manusia.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *