Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 01 July 2017

KISAH – Membaca Buku ala Keledai


Nasrudin Khoja

IslamIndonesia.id -KISAH – Membaca Buku ala Keledai

 

Membaca merupakan sebuah aktivitas yang sering dilakukan oleh manusia. Bahkan, sebagian orang menganggap bahwa kegiatan membaca merupakan kebutuhan primer. Hal ini tentu saja tidak lepas dari berbagai hal. Terutama dengan banyaknya fungsi atau manfaat membaca. Juga terkait dengan perintah Allah yang dipertegas melalui ayat-Nya yang pertama kali diturunkan kepada baginda Rasul Saw.

Namun, membaca yang seyogianya dapat mendatangkan berbagai manfaat positif, bisa terjadi sebaliknya. Terlebih jika si pembaca tidak paham dengan apa yang dibacanya. Bahkan, membaca justeru tampak sia-sia, jika tidak mampu mengaplikasikan apa yang kita baca dengan benar.

Terkait dengan kegiatan membaca ini, terdapat kisah sufi yang bercerita tentang betapa sia-sianya kegiatan membaca bila tanpa mampu memahami apa yang dibaca, seperti dikutip dari berbagai sumber.

Dikisahkan seorang Raja bernama Timur Lenk memberikan seekor keledai kepada Nasrudin. Namun, ada satu syarat yang dibebankan sang Raja kepada Nasrudin. Yakni, harus mengajarkan keledai tersebut membaca.

“Ajari keledai itu membaca. Dalam dua minggu, datanglah kembali ke mari, dan kita lihat hasilnya.”

Nasrudin sempat berpikir. Namun, apa boleh buat. Rezeki tak dapat ditolak. Ia pun menerimanya dengan penuh gembira. Dengan ucapan terimakasih, ia pun berlalu.

Dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar. Nasrudin menggiring keledainya ke buku itu, dan membuka sampulnya.

Si keledai menatap buku itu, dan tak lama mulai membalik halamannya dengan lidahnya. Terus menerus, dibaliknya setiap halaman sampai ke halaman akhir. Setelah itu si keledai menatap Nasrudin.

“Demikianlah,” kata Nasrudin, “Keledaiku sudah bisa membaca.”

Sang Raja mulai menginterogasi, “Bagaimana caramu mengajari dia membaca?”

Nasrudin berkata, “Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran besar mirip buku, dan aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halaman untuk bisa makan biji-biji gandum itu, sampai ia terlatih betul untuk membalik-balik halaman buku dengan benar.”

“Tapi,” tukas Raja tidak puas, “Bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya?”

Nasrudin menjawab, “Memang demikianlah cara keledai membaca: hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya. Kalau kita membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, kita ibarat keledai, bukan?”

Begitulah manusia diibaratkan. Membaca tanpa memahami apa yang kita baca, tak ubahnya seperti keledai yang hanya membolak-balikkan buku.

 

 

IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *