Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 20 March 2018

KISAH – Berbagi Kebaikan Cara Kekinian


KISAH – Berbagi Kebaikan Cara Kekinian

islamindonesia.id – Berbagi Kebaikan Cara Kekinian

 

Melakukan kebaikan bisa dilakukan lewat berbagai cara. Seperti sejumlah sosok di bawah ini yang melakukannya dengan cara kekinian, yakni lewat aplikasi Google Maps.

Sejak akhir 2015 silam, FX Budi Widiatmoko menjadi Local Guide di Google Maps. Local Guide sendiri adalah orang-orang yang kerap menulis ulasan, berbagi foto, menjawab pertanyaan, menambahkan atau mengedit tempat, dan memeriksa fakta di Google Maps.

Budi, demikian sapaan akrabnya, punya prinsip untuk selalu menolong orang. Selain hobi travelling, dia mengaku sangat senang bila bisa memberi petunjuk arah bagi siapapun. Jadi ketika mengetahui Google Maps punya fitur untuk saling berbagi, senanglah dia.

“Saya seperti menemukan wadah untuk melakukan kebaikan bagi semua orang,” kata Budi saat ditemui di acara peluncuran fitur baru Google Maps di Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Apa yang dilakukan Budi tidak seperti kebanyakan Local Guide yang membagi soal restoran. Dia ke tempat-tempat fasilitas publik. Saking niatnya berbagi, Budi pernah menyinggahi seluruh stasiun rute Jakarta Kota hingga Bogor hanya untuk memberikan keterangan akurat di Google Maps.

“Saya liat WC-nya bagus atau tidak, lantainya bersih atau nggak. Terus tanjakan untuk orang pakai kursi roda bagus atau tidak,” paparnya.

“Jadi orang lain marah-marah karena stasiun macet, kalau saya malah senang karena bisa memperbaiki (keterangan) di situ,” imbuh pria berkacamata ini.

Setiap hari Budi selalu mengunggah informasi di bagian Local Guide Google Maps. Rutin dilakukan selama dua tahun membuatnya berada di level 10, yang merupakan tertinggi.

“Hampir setiap hari saya lakukan. Misalnya diminta nganter istri ke pasar, dia belanja beli sayur, saya fotoin, sesederhana itu. Banyak orang yang mencari beli sayur segar enak di mana, banyak yang tidak tahu. Kalau diangkat di situ (Local Guide), jadi banyak yang tahu,” pungkas Budi.

Lain cerita Ria Lizara, wanita ini menggunakan Google Maps untuk mempromosikan wisata di daerahnya. Menurutnya banyak lokasi pantai di Lombok, Nusa Tenggara Barat, tidak tepat. Jadi dengan menjadi Local Guide, dia bisa membantu memperbaiki sehingga informasinya lebih akurat.

“Di Lombok itu satu deret pantainya bisa beda-beda namanya. Kadang kita pengen ke pantai ini, di Maps tidak ada, padahal posisinya di sebelah pantai ini misalnya,” cerita Ria.

Sementara Samuel R Lamentut menjadi Local Guide awalnya sekadar iseng. Tapi sekarang menjadi hobi.

“Awal pakai Google Maps banyak informasi yang ngaco, trus coba benarin dikit-dikit kok malah keterusan. Ternyata seru juga,” kata Samuel saat ditemui di tempat yang sama.

Sama halnya dengan Budi, kini tiap hari Samuel selalu memasukan informasi terkait sebuah tempat. Tidak hanya review, dia bahkan menambah tempat-tempat yang belum ada di layanan peta digital besutan Google itu.

Berkat kontribusinya itu, pernah satu hari Budi mendapat bonus. Kala itu dia bersama keluarga menginap di sebuah hotel di Bandung. Dia coba upload foto suasana dan menulis sedikit review tentang pengalaman menginap di sana.

Malam-malamnya, kamar Budi diketuk oleh manager hotel. Pihak hotel menawarkan Budi untuk pindah ke kamar kelas suit sebagai bentuk apresiasi atas review-nya di Google Maps.

“Padahal niatan saya hanya menulis pengalaman saya tanpa mengharap adanya imbalan,” ujar Budi.

Aksi Sosial

Bergabung di Local Guide rupanya tidak sekadar berbagi informasi tentang sebuah tempat. Mereka bahkan melakukan aksi sosial di dunia nyata. Seperti dilakukan Brian, Admin Indonesia Local Guide.

Diceritakannya, dia bersama Local Guide di Batu membesut sebuah program Air Bicara. Kegiatan ini mengajak masyarakat untuk bersih-bersih sungai di daerah tersebut.

Ternyata tanggapan luar biasa, banyak yang ikut serta. Tidak saja Local Guide, sejumlah komunitas dan masyarakat umum berpartisipasi.

“Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari teman-teman dari Local Guide seluruh dunia,” ungkap Brian.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *