Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 27 August 2017

Kisah Baju Rasulullah yang Disedekahkan dan ‘Pulang’ Kembali  


Kisah Baju Rasulullah yang Disedekahkan dan ‘Pulang’ Kembali

islamindonesia.id – Kisah Baju Rasulullah yang Disedekahkan dan ‘Pulang’ Kembali

 

Suatu hari ada seorang pengemis mengetuk pintu rumah Rasulullah Saw. Pengemis itu berkata, “Saya pengemis ingin meminta sedekah dari Rasulullah.”

Mendengar hal itu, Rasulullah berkata kepada istri beliau, “Wahai istriku berikan baju ini kepada pengemis itu.”

Dengan hati yang sangat gembira, pengemis itu menerima pemberian beliau, dan langsung pergi ke pasar serta berseru di keramaian orang di pasar, “Siapa yang mau membeli baju Rasulullah?” Maka dengan cepat berkumpullah orang-orang, dan semua ingin membelinya.

Ada seorang yang buta mendengar seruan tersebut, lalu menyuruh budaknya agar membelinya dengan harga berapapun yang diminta, dan ia berkata kepada budaknya, “Jika kamu berhasil mendapatkannya, maka kamu merdeka.”

Akhirnya budak itupun berhasil mendapatkannya. Kemudian diserahkanlah baju itu kepada tuannya yang buta tadi.

Alangkah gembiranya si buta tersebut, dengan memegang baju Rasulullah yang didapat, dia kemudian berdoa dan berkata, “Yaa Rabb dengan hak Rasulullah dan berkat baju yang suci ini maka kembalikanlah pandanganku.”

Dan… dengan izin Allah, spontan orang tersebut dapat melihat kembali.

Keesokan harinya, iapun pergi menghadap Rasulullah dengan penuh gembira dan berkata, “Wahai Rasulullah… pandanganku sudah kembali dan aku kembalikan baju Anda sebagai hadiah dariku.”

Sebelumnya orang itu menceritakan kejadiannya sehingga Rasulullah pun tersenyum kepadanya.

Kemudian Rasulullah berkata kepada istri beliau, “Perhatikanlah baju itu wahai istriku, dengan berkah-Nya, ia telah mengayakan orang yang miskin, menyembuhkan orang yang buta, memerdekakan budak dan kembali lagi kepada kita.”

Mencerap hikmah dari kisah di atas, semoga Allah SWT memudahkan kita untuk bermurah hati, gemar bersedekah dengan ikhlas tanpa rasa khawatir bakal kekurangan harta.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *