Satu Islam Untuk Semua

Monday, 15 October 2018

Ketika Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib Sepakat untuk Menjaga Kerahasiaan Dosa Seseorang


Top secret grunge rubber stamp on white, vector illustration

islamindonesia.id – Ketika Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib Sepakat untuk Menjaga Kerahasiaan Dosa Seseorang

 

Suatu malam Khalifah Umar bin Khattab keluar rumah. Dia pergi ke kota dengan menyamar. Di sana Umar melihat seorang pria dan wanita sedang melakukan tindakan cabul. Pagi harinya dia berkata kepada orang-orang, “Jika seorang Amir melihat seorang pria dan wanita melakukan percabulan dan dia menemukan hukumannya yang telah ditetapkan di dalam al-Quran kepada mereka, apa pendapat kalian tentang hal itu?” Mereka menjawab, “Engkau adalah pemimpin. Engkau memiliki kebebasan dalam tindakan ini.”

Sementara itu Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata, “Penghukuman dalam kasus ini tidak dibenarkan, kalau tidak malah engkau yang akan mendapat hukuman untuk ini karena fitnah. Hukuman ini tidak dapat dipenuhi tanpa bukti kesaksian dari empat orang.”

Setelah mendengar pendapat Ali, Umar diam tidak membahasnya selama beberapa hari. Kemudian, sekali lagi Umar menanyai orang-orang. Setelahnya orang-orang yang ditanyai berbicara di antara mereka, “Dia menjadi cenderung ke arah pendapat Ali bin Abi Thalib dan memutuskan untuk tidak menjatuhkan hukuman.”

Mengomentari kisah di atas, Imam al-Ghazali dalam Ihya’ ‘Ulum al-Din mengatakan, “(Kisah) ini adalah sebuah bukti yang baik, bahwa dosa-dosa kaum Muslim harus dirahasiakan, dan empat saksi mata diperlukan untuk menjatuhkan hukuman mati, yang mana itu memungkinkan dalam kasus percabulan yang terkait perzinahan.”

Al-Ghazali mengutip beberapa hadist tentang pentingnya menjaga kerahasiaan dosa seorang Muslim:

Rasulullah berkata, “Ketika Allah menjaga rahasia dosa seseorang, Dia lebih terhormat untuk mengungkapkannya di alam berikutnya.”

Rasulullah berkata, “Jika seseorang menjaga kerahasiaan seorang Muslim, Allah akan menjaga kerahasiaan rahasianya baik di dunia ini maupun setelahnya.”

Rasulullah berkata, “Jika seseorang merahasiakan dosa yang dirahasiakan oleh orang (yang melakukannya) di dunia ini, Allah akan merahasiakan semua dosanya pada Hari Kebangkitan.”

Rasulullah berkata, “Jika seorang saudara menjaga kerahasiaan kesalahan yang dilakukan saudaranya, dia akan memasuki surga.”

 

 

PH/IslamIndonesia/Sumber: Abu Hamid Muhammad al-Ghazali, Ihya’ ‘Ulum al-Din Vol.2 (Karachi: Darul-Ishaat, 1993), hlm 122

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *