Satu Islam Untuk Semua

Friday, 13 October 2017

KISAH NYATA – Guru Ngaji Tetap Semangat Mengajar Meski Lumpuh


KISAH NYATA – Guru Ngaji Tetap Semangat Mengajar Meski Lumpuh

islamindonesia.id – Guru Ngaji Tetap Semangat Mengajar Meski Lumpuh

 

Sejak kecelakaan yang menimpanya 17 tahun lalu, Sugiarto (39), warga Grumbul Dukung Pucung II RT/RW 05/06 Desa Karangbawang, Kecamatan Ajibarang hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur di rumahnya. Meski begitu, ia tak pernah mengeluh dengan kondisinya. Ia bahkan tetap semangat mengajar ngaji anak-anak di lingkungannya.

Dilansir dari laman Radar Banyumas, sosok Sugiarto adalah sosok yang patut mendapat penghargaan tinggi dan jadi inspirasi. Dengan segala keterbasan yang menyelimuti dirinya selepas kecelakaan, ia tak pernah mengeluh. Ia tetap semangat membimbing anak-anak di lingkungannya untuk mengaji dan mengenal serta menghafal huruf-huruf yang terdapat di kitab suci Al-Quran.

Menurut Sugiarto, sebelum mengalami kecelakaan ia memang sudah menjadi guru ngaji di lingkungannya. “Sebelum kecelakaan saya memang sudah jadi guru ngaji. Setelah kecelakaan tidak senormal dulu ngajarnya, tapi saya senang masih bisa melakukannya. Kecelakaan terjadi usai saya mengaji di Langgongsari, Cilongok. Saat itu saya sedang membonceng teman dan tertabrak bus. Bagian pinggang terlindas bus hingga membuat saya lumpuh,” ungkapnya.

Untuk mengajar anak-anak mengaji, saat ini Sugiarto mengajar dengan cara tidur atau berbaring. Ini dilakukannya karena tubuhnya tak kuat untuk duduk atau berdiri. Ia tetap semangat mengajar karena baginya, ia tetap harus berbuat kebaikan apapun keadaannya. “Empat bulan usai kecelakaan, saya kembali mengajar mengaji. Satu yang menjadi semangat adalah Al-Quran dan wejangan guru agar kita selalu berbuat kebaikan apapun keadaannya, kepada siapa saja. Salah satunya mengajar mengaji,” jelasnya.

Sehari-hari, anak-anak didiknya akan pergi ke rumah Sugiarto dan belajar mengaji. Anak-anak itu datang setiap hari pada pukul 15.00 hingga 17.00 waktu setempat. Walau sang guru kondisinya tidak senormal dulu lagi, anak-anak tersebut memiliki semangat yang luar biasa mengesankan untuk mengaji. Mereka juga ramah, santun dan tertib.

Sugiarto tinggal dan dirawat oleh keluarganya. Ia tinggal bersama ibu dan anak semata wayangnya. Mengenai sang istri, kabar yang ada menyebutkan bahwa istrinya telah bercerai dengannya sebelum ia mengalami kecelakaan. Guru ngaji inspiratif ini hidup penuh semangat dan selalu mengutamakan kebaikan meski ia hidup dengan sangat sederhana atau bahkan dengan segala keterbatasannya.

Perbuatan mulia dan kebajikan Sugiarto, selain ketabahan dan kegigihannya, sungguh patut kita teladani.

Semoga Allah SWT membalas segala kebaikannya dengan pahala berlipat ganda.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *