Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 10 February 2018

Arti Guru dan Sahabat Bagi Si Murid Bodoh


Arti Guru dan Sahabat Bagi Si Murid Bodoh

islamindonesia.id – Arti Guru dan Sahabat Bagi Si Murid Bodoh

 

Seorang guru bahasa Arab pengganti memasuki ruangan kelas di sebuah Madrasah Ibtidaiyah. Ia menggantikan guru pelajaran itu sampai akhir semester.

Memulai pembelajaran di kelas itu, ia bertanya pada seorang murid laki-laki yang duduk di bangku paling depan. Namun ia bingung karena tiba-tiba suasana kelas menjadi riuh. Dilihatnya murid-murid lain tertawa tanpa sebab.

Karena sudah kenyang dengan pengalaman mengajar, ia paham betul, pastilah ada sesuatu yang ditertawakan oleh anak-anak di kelas itu pada diri anak laki-laki yang ditanya olehnya tadi.

Setelah diselidiki ternyata anak laki-laki itu dikenal sebagai murid yang paling bodoh di kelasnya. Teman-temannya begitu meremehkannya sehingga sering mengolok-olok dan menertawakannya.

Suatu hari seusai pelajaran ia memanggil murid yang dianggap bodoh itu, setelah seluruh teman-temannya pulang.

Ia berkata sambil memberikan secarik kertas, “Hapalkan bait-bait syair yang ada di kertas ini. Harus hapal betul. Dan ingat jangan engkau beritahukan kepada teman-temanmu, siapapun!”

Murid itu mengangguk patuh.

Seminggu kemudian, guru menyampaikan pelajaran baru di kelas itu, ia menulis syair di papan tulis, menerangkan dan membacakannya berulang-ulang. Setelah itu ia berkata, “Nah sekarang siapa yang hapal bait-bait syair ini?” tanyanya sambil perlahan menghapus tulisan syair di papan tulis.

Tak seorang murid pun mengangkat tangan kecuali murid yang dikenal bodoh oleh teman-temannya itu.

Perlahan sambil malu-malu ia berdiri dan menghapalkan bait-bait syair itu. Menyaksikan hapalannya lancar sekali, teman-temannya yang biasa mengolok-olok dan menertawakan, mendadak terkejut dan terdiam.

Guru itu memujinya dan menyuruh teman-temannya untuk bertepuk tangan menghormatinya.

Demikianlah berulang kali guru bahasa Arab ini memberikan kertas hapalan kepada si murid bodoh itu. Tertawaan dan cemoohan teman-temannya kini berubah menjadi kekaguman padanya.

Hal ini mendorong perubahan besar pada jiwa si murid itu. Ia mulai percaya diri dan meyakini bahwa dirinya tidaklah bodoh. Ia merasa mampu untuk bersaing dengan teman-teman sekelasnya. Perubahan ini pun mendorongnya untuk semangat dan bersungguh-sungguh dalam belajar untuk semua mata pelajaran.

Singkat cerita, ketika ujian akhir tiba, murid ini berhasil lulus untuk tiap mata pelajaran dengan nilai yang sangat memuaskan.

Begitulah seterusnya, hingga kini si murid bodoh itu menjadi kandidat doktor di sebuah universitas ternama di kotanya.

Kisah hidupnya itu pun dia tulis di sebuah koran sebagai pujian dan ungkapan terima kasih kepada gurunya itu. Tak lupa ia pun mendoakan agar gurunya itu beroleh pahala dan kebaikan berlipat ganda dari Allah atas jasa-jasanya.

***

Pelajaran apa yang dapat kita petik dari kisah nyata di atas?

Manusia yang berteman dengan kita setidaknya ada dua jenis. Pertama, jenis manusia yang membuka jalan kebaikan dan menutup jalan keburukan. Manusia jenis ini akan selalu memberi kita harapan, optimisme, menolong dan melapangkan. Kedua, jenis manusia yang membuka jalan keburukan dan menutup jalan kebaikan. Manusia jenis ini akan selalu memutus harapan dan cita-cita dari kita. Ia slalu menebar duri dan kerikil di jalan yang akan kita lalui, berupa pesimisme, putus asa, curiga, buruk sangka dan berbagai hal yang memadamkan semangat kita berkarya.

Hal yang patut diingat adalah bahwa keindahan sikap, tutur kata dan perilaku merupakan mahkota bagi jiwa setiap pendidik dan para guru. Begitu pun halnya dengan pendidikan, yang bukanlah sekadar proses mengisi wadah yang kosong melainkan proses menyalakan api pikiran dalam diri setiap anak didik kita.

Ilmu tanpa budi adalah kerapuhan jiwa. Itulah sebabnya pendidikan berkarakter menjadi kebutuhan mendasar. Kecerdasan dan karakter adalah terminal sejati pendidikan, menuju pemuliaan kehidupan.

Akhirnya, semoga kita semua mampu menjadi pendidik yang bijak bagi orang-orang di sekeliling kita.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *