Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 09 June 2016

KAJIAN–Genealogi dan Perkembangannya di Dunia Modern


image

Islamindonesia.id–Genealogi dan Perkembangannya di Dunia Modern

Oleh: Ahmad Fikri*

image

Genealogi atau ilmu nasab adalah sebuah cabang ilmu yang mempelajari garis keturunan dan silsilah seseorang termasuk sejarah keluarga. Geneologi sendiri berasal dari dua kata yang berasal dari bahasa Latin, yaitu genea yang artinya generasi dan logos yang berarti pengetahuan atau ilmu. Dengan genealogi, sekelompok masyarakat mampu menelusuri sejarah keluarga mereka sampai ratusan tahun bahkan ada yang sampai ribuan tahun. Keluarga Confucius atau dikenal juga dengan Kong Hu Cu misalnya, disebutkan menyimpan silsilah mereka sampai lebih dari 2500 tahun dan  tercatat dalam Guiness Book of Record sebagai silsilah keluarga terpanjang yang dicatat resmi dan dipublikasikan ketika keturunan ke 77 Kong Ciu yang bernama Kong De Yong membentuk sebuah komite di Hong Kong pada tahun 1998 dan mempublikasikan silsilah keturunannya.

Pada umumnya penelitian, penelusuran dan penjagaan silsilah dan sejarah keluarga dilakukan oleh keluarga kerajaan, bangsawan, kaum ningrat atau orang-orang ternama di berbagai belahan  dunia, termasuk para keluarga raja, sultan dan keraton beserta keturunannya di Indonesia.

Di Eropa pada abad-abad pertengahan perhatian pada genealogi hanya difokuskan kepada pertalian kekerabatan dan keturunan keluarga kerajaan yang pada umumnya digunakan untuk membuktikan legitimasi atas warisan dan takhta kerajaan. Di Inggris, klaim terhadap kebangsawanan seperti lordship seseorang selalu berkaitan dengan catatan dan dukungan para ahli genealogi yang terkadang bisa dipengaruhi oleh politik dan kekuasaan.

Di masyarakat Arab, khususnya di era sebelum Islam dan dalam masa keemasan Islam, perhatian dan penguasaan akan silsilah keluarga dan suku merupakan hal yang sangat umum dijumpai dan tidak hanya terfokus di kalangan para bangsawan saja tetapi juga di kalangan masyarakat biasa. Hal ini merupakan bagian dari budaya masyarakat yang dilestarikan turun-temurun dan masih bisa dijumpai sampai saat ini.

Sebagian sahabat Nabi yang dikenal mempunyai keahlian dalam ilmu genealogi ini di antaranya Abbas bin Abdul Muthalib dan ‘Aqil bin Abi Thalib. Banyak sejarawan Muslim di zaman keemasan Islam menulis berbagai kitab mengenai genealogi. Pada umumnya mereka tidak hanya dikenal sebagai ahli sejarah atau ahli nasab tetapi juga sebagai ulama seperti Imam Fakhrurrazi yang terkenal sebagai ahli tafsir sekaligus juga menulis sebuah kitab yang berjudul Asy-Syajarah Al Mubarakah fil Ansab Ath-Thalibiyah yang berisi silsilah keluarga ‘Alawiyin khususnya dari keturunan Ali bin Abi Thalib dan Fathimah Az-Zahra putri Rasulullah SAW. Pemeliharaan dan pencatatan silsilah di kalangan keturunan Ahlulbait sangat umum dijumpai di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia.  Di beberapa tempat, hal ini dilakukan oleh lembaga yang disebut Naqabah dan dipimpin oleh seorang yang disebut Naqibul Asyraf.

Para ahli silsilah atau ahli nasab (genealogis) biasanya melakukan penelitian mereka melalui berbagai wawancara dan catatan sejarah untuk mengetahui dan membuktikan keturunan seseorang atau sebuah keluarga yang pada umumnya dilakukan oleh genealogis dari keluarga atau suku itu sendiri. Penjagaan silsilah keluarga tidak semuanya dilakukan dengan cermat oleh para sejarawan atau anggota keluarga kerajaan dan bangsawan sehingga dalam beberapa hal selalu ada kemungkinan perbedaan versi antara para ahli sejarah dan ahli silislah.

Lalu apa kaitan genealogi dengan dunia modern saat ini?

Di zaman modern ini, dengan perkembangan dan kemajuan teknologi, khususnya di dunia Barat, perhatian masyarakat akan genealogi semakin meningkat. Pencatatan dan informasi yang tadinya hanya diminati oleh kaum bangsawan atau kerajaan, berkembang menjadi hal yang diminati oleh semua kalangan. Perkembangan teknologi khususnya dalam ilmu genetika dan penelitian DNA memungkinkan penelusuran silsilah dan pertalian keluarga serta keturunan dilakukan dengan bantuan teknologi canggih dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Berbagai penelitian dan proyek DNA saat ini berkembang pesat dan luas. Penelitian dan ilmu genealogi yang tadinya terbatas pada keturunan seseorang atau keluarga tertentu sekarang sudah berkembang mencakup penelitian asal-usul dan ras manusia dan bangsa-bangsa atau etnis.  Proyek-proyek genografik yang bertujuan mengetahui dan memetakan asal-asul dan sejarah migrasi manusia di dunia ini pun bermunculan, di antaranya adalah proyek genografik yang diprakarsai oleh National Geographic dan IBM dengan mengumpulkan ratusan ribu sample DNA manusia dari seluruh dunia. Dalam perkembangannya proyek ini juga menyertakan beberapa lembaga riset dan perusahaan komersial seperti Family Tree DNA dan Illumina yang berbasis di Amerika.

Di Amerika, penelusuran silsilah dan genetika dengan menggunakan DNA ini sudah menjadi bisnis tersendiri. Family Tree DNA misalnya bahkan sudah membuka cabang di Uni Emirat Arab untuk pengumpulan sampel DNA dan mengakomodasi pasar Timur Tengah. Rupanya tingkat kebutuhan dan kepuasan masyarakat di sebagian belahan dunia, khususnya di negara maju, bukan lagi urusan kebutuhan sandang, pangan, papan dan kesehatan saja, tetapi juga sudah sampai kepada pengetahuan mengenai asal-asul dan pertalian keluarga. Hal ini tidak mengherankan karena penduduk Amerika sangat heterogen dan berasal dari berbagai pelosok dunia sehingga banyak yang ingin tahu atau membuktikan dari mana mereka berasal. Berbagai iklan yang menawarkan jasa penelusuran keluarga dan asal-usul itu banyak ditemui di berbagai media di Amerika, termasuk di internet.

Perusahaan komersial yang bekerjasama dengan berbagai lembaga riset bermunculan dalam dekade terakhir ini. Salah satunya adalah Family Tree DNA berawal ketika Bennet Greenspan, sang pendiri perusahaan, mengalami kesulitan menelusuri keluarga Nitz, yaitu keluarga Yahudi dari pihak ibunya. Hal ini kebetulan terjadi belum lama berselang setelah diumumkannya dua penemuan genetika yang dilakukan para peneliti dari Universitas Arizona yang menunjukkan bahwa banyak pria keturunan Yahudi bermarga Cohen baik dari golongan Sephardic (Yahudi asal Afrika Utara, Spanyol dan Mediterania) maupun Ashkenazi (asal Eropa Timur dan sebagian Eropa Barat) mempunyai kromosom Y yang sama, demikian pula keturunan presiden ke 2 Amerika Thomas Jefferson dan keturunan laki-laki dari budak yang dimerdekakannya  Sally Hemings mempunyai kromosom Y yang sama. Penemuan ini membuat sejarah dicatat kembali dan membuktikan dugaan bahwa Thomas Jefferson mempunyai anak dari bekas budaknya.

Penemuan spektakuler lainnya dengan kecanggihan rekayasa genetika ini adalah pembuktian jenazah Richard III, raja Inggris yang mati dalam sebuah perang di abad ke 15  (hampir 6 abad lalu) dan tidak diketahui dimana dia dikubur sampai akhirnya ditemukannya sebuah kerangka di bawah sebuah gereja di Leichester oleh para peneliti sejarah. Pembuktian bahwa jenazah tersebut adalah Richard III berdasarkan kecocokan mtDNA (mitochondrial DNA) dari salah satu keturunan kakak perempuan Richard III yang berada di Kanada.

Secara umum gen manusia terdiri dari 2 jenis kromosom, yaitu kromosom X dan kromosom Y. Kombinasi kromosom-kromosom yang mempunyai kemiripan dapat dikelompokkan dalam kelompok-kelompok yang disebut dengan Haplogroup. Haplogroup ini kemudian dibagi lagi menjadi Haplotype. Penelitian genetika menunjukkan bahwa Haplogroup atau Haplotype sejenis mempunyai garis keturunan yang sama. Haplogroup yang menjadi fokus studi genetika manusia terkait dengan genometrik adalah kromosom Y atau Y-DNA Haplogroup dan mitochondrial DNA (mtDNA) Haplogroup. Y-DNA hanya diturunkan melalui jalur ayah dan hanya ada pada anak laki-laki sementara mtDNA diturunkan melalui jalur ibu yang diturunkan baik ke anak laki-laki maupun perempuan. Perubahan kromosom hanya terjadi karena mutasi dan jarang terjadi dalam waktu singkat sehingga penelusuran genetik ini mampu menelusuri perjalanan pertalian seseorang sampai ratusan bahkan ribuan tahun. Namun demikian, tidak jarang dijumpai juga sekelompok masyarakat yang sama mempunyai Haplotype dan Haplogroup yang berbeda. Penelitian terakhir mengindikasikan bahwa manusia berasal dari seorang pria dan wanita (Adam dan Hawa) yang membuktikan kebenaran firman Allah: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.” (Al-Hujuraat:13).

Dengan  berbagai riset genetika ini, di samping penyakit genetika dan sejarah, nampaknya klaim nasab untuk membuktikan kebenaran silsilah seseorang atau keluarga  akan menjadi lebih mudah dibuktikan.

image 

*Ahmad Fikri adalah peminat dan pemerhati sejarah, tinggal dan bekerja di Amerika

 

AJ/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *