Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 10 April 2016

TAFSIR–Tujuh Balasan Tuhan Bagi Pengingkar Kebenaran


muria

 

Di hadapan kebenaran, ada tiga jenis manusia: yang belum mengenali atau memahaminya; yang sudah mengenali atau memahaminya lalu menerimanya; dan terakhir, yang sudah mengenali atau memahaminya tetapi kemudian menolaknya. Banyak alasan orang menolak kebenaran. Antara lain, kesulitan, ketakutan, ancaman, iming-iming, ketertipuan dan sebagainya. Bagaimanapun juga, mengingkari kebenaran merupakan suatu aksi yang muncul sebagai keengganan seseorang kepada kebenaran itu.

Nah, terhadap para pengingar kebenaran, Allah berjanji memberi balasan. Berikut ini ayat-ayat yang berkenaan dengan ancaman bagi mereka yang mengingkari kebenaran.

Pertama, para pengingkar kebenaran akan kehilangan orientasi dan tujuan hidupnya, karena ajakan para Nabi tujuannya agar manusia memiliki tujuan hidup yang jelas, yakni jalan menuju Allah Swt, namun  mereka mengingkarinya.

“Katakanlah: “Apakah kita akan menyeru selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak (pula) mendatangkan kemudharatan kepada kita dan (apakah) kita akan kembali ke belakang, sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh syaitan di pesawangan yang menakutkan; dalam keadaan bingung, dia mempunyai kawan-kawan yang memanggilnya kepada jalan yang lurus (dengan mengatakan): “Marilah ikuti kami”. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam.” (Al Anam:71)

Kedua, dada para pengingkar akan sesak dan pasti tertimpa kesempitan dalam hidupnya. Al Quran menggambarkan ibarat para pendaki yang kehabisan nafas karena tingginya gunung yang mesti ditaklukan.

“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” (Al An`am: 125)

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (Thaha:124)

Ketiga, senantiasa ditimpa kesialan, kehinaan dan kesengsaraan. karena kemuliaan milik Allah dan berpaling dariNya hanya menghasilkan kehinaan dan kerugian.

“Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.” (An Nahl: 127)

Keempat, mengingkari kebenaran akan mengunci mata hati, tertutupnya pendengaran dan penglihatan. Dengan kata lain, jauh dari taufik Tuhan.

“Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.” (Al Baqarah: 7)

Kelima, musnahnya semua amal perbuatan yang dilakukan. Bak fatamorgana di padang pasir, terlihat namun kosong, atau seperti abu, seketika hilang kala diterpa angin.

“Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya.” (An Nur: 39)

“Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.” (Ibrahim: 18)

Keenam, kerugian demi kerugian akan dia alami dan akan saling susul menyusul, menumpuk tiada akhir.

“Dialah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka.” (Al Fathir: 39)

Ketujuh, jalan yang dilaluinya semakin jauh dari jalan kebenaran dan semakin terperosok makin dalam menuju jurang neraka Jahanam.

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah, benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka. Kkecuali jalan ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (An Nisa: 167-169)

MA/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *