Satu Islam Untuk Semua

Friday, 08 January 2016

TAFSIR – Buah Manis Kesabaran Yakub


keutamaan-sabar-620x318

Kisah nabiyullah Yusuf as dinobatkan Al Quran sebagai kisah terbaik sepanjang sejarah. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisah Yusuf tersebut. Bagi para sufi, kisah Roman Yusuf dan Julaikha menjadi simbol cinta abadi dan inspirasi para kekasih ilahi dalam cintanya kepada Tuhan.

Ayat-ayat dalam surat Yusuf diantaranya mengungkap kesabaran nabi Yakub dalam menanggung beratnya perpisahan dengan putra tercintanya. kesedihan yang dirasakan Yakub tak bisa digambarkan, namun memutihnya mata akibat menangis yang terus menerus adalah bukti derita yang dirasakannya.

Nilai penting yang ditampakkan Yakub adalah rasa optimis dan tak pernah putus asa untuk bersua dengan buah hatinya. Dia yakin Allah pasti mengabulkan harapannya, meski berlalu sekian lama.

Setahap demi setahap kata-kata yang disampaikan Yakub as dengan yang terjadi pada diri Yusuf mengungkap harapan yang tak pernah putus itu. Dimulai dari kabar anak-anaknya bahwa Yusuf di makan serigala, maka kata sabar dan meminta pertolongan kepada Allahlah yang pertama terlontar.

“Mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) dengan darah palsu. Ya’qub berkata: “Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu; Maka kesabaran yang baik Itulah (kesabaranku) dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan.” QS. Yusuf: 18.

Kesabaran dan optimis lain ditampakkan Yakub saat para putranya yang pernah berbohong dan mencelakai Yusuf berniat membawa Benyamin, putra tersayangnya setelah Yusuf, untuk mencari bantuan makanan ke Mesir.

Ini ujian berat baginya, jangan-jangan nasib yang sama akan dialami Benyamin. Dengan berat hati tetap melepas kepergian Benyamin dan menyerahkan urusan keselamatannya kepada Allah. Inilah yang dikatakan Yakub:

“Berkata Ya’qub: “Bagaimana aku akan mempercayakannya (Bunyamin) kepadamu, kecuali seperti aku telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kamu dahulu?”. Maka Allah adalah Sebaik-baik penjaga dan Dia adalah Maha Penyanyang diantara Para Penyanyang.” QS. Yusuf: 64.

“Ya’qub berkata: “Aku sekali-kali tidak akan melepaskannya (pergi) bersama-sama kamu, sebelum kamu memberikan kepadaku janji yang teguh atas nama Allah, bahwa kamu pasti akan membawanya kepadaku kembali, kecuali jika kamu dikepung musuh”. tatkala mereka memberikan janji mereka, Maka Ya’qub berkata: “Allah adalah saksi terhadap apa yang kita ucapkan (ini)”. QS. Yusuf. 66.

Kekhawatiran orang tua yang sudah kehilangan anak itu terbukti, anak-anaknya pulang tanpa membawa Benyamin alatan di tahan penguasa Mesir. Di tengah rasa kalut semacam itu Yakub masih tegar dan optimis dengan keselatan putranya dan yakin dengan pertolongan Allah.

“Ya’qub berkata: “Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik Itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku; Sesungguhnya Dia-lah yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. Yusuf:83.

Harapan Nabi Yakub untuk bersua dengan anaknya tidak pernah surut, dan itu berlalu selama lebih dari tiga puluh tahun. Rasa optimis masih dia pegang kuat. Ayah yang rentanya itu terus menerus menyuruh anak-anaknya melacak keberadaan yusuf. Sepertinya aroma Yusuf masih bisa dirasakan karena cinta yang begitu dalam.

“Hai anak-anakku, Pergilah kamu, Maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. QS. Yusuf: 87.

Dan ujung dari kesabaran itu amatlah manis. Mata Yakub yang buta karena air mata terkuras habis, kini bisa melihat lagi; hanya dengan aroma tubuh Yusuf yang melekat di baju putranya yang ia cium. Anak dan ayah itu pun bisa berkumpul kembali dengan kodisi yang lebih baik, karena Yusuf kini menjadi raja Mesir yang bijaksana.

Sungguh Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Ia Mendengar harapan baik hamba-hambaNya dan tidak pernah menyianyiakan mereka yang sabar dan memiliki tawakal tinggi kepada Tuhannya.

MA/Islam Indonesia  Gambar: darussalaf.or.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *