Satu Islam Untuk Semua

Friday, 20 April 2018

Syakban, Bulan Istimewa Penyampaian Laporan Amal Tahunan Manusia


Syakban, Bulan Istimewa Penyampaian Laporan Amal Tahunan Manusia

islamindonesia.id – Syakban, Bulan Istimewa Penyampaian Laporan Amal Tahunan Manusia

 

Kehidupan manusia di dunia tak bakal luput dari pengawasan Allah. Seluruh perbuatannya sebagai hamba pun akan dimintai pertanggung jawaban kelak di hadapan-Nya. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran surah Al-Qiyaamah ayat 36, yang artinya: “Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?”

Artinya, segenap amal manusia, baik yang berupa amal baik maupun buruk bakal menerima balasan yang setimpal di akhirat kelak. Dari amalan yang kecil hingga yang besar, semuanya akan tercatat dan dilaporkan secara terinci dan akurat kepada Allah oleh malaikat yang memang ditugaskan untuk itu.

Berkenaan dengan hal tersebut, beberapa riwayat menyebutkan bahwa waktu pelaporan amal manusia ada yang harian, mingguan dan tahunan.

Laporan Amal Harian 

“Para malaikat malam dan malaikat siang silih berganti mendatangi kalian. Dan mereka berkumpul saat shalat Subuh dan Ashar. Kemudian malaikat yang menjaga kalian naik ke atas hingga Allah Ta’ala bertanya kepada mereka -dan Allah lebih mengetahui keadaan mereka (para hamba-Nya)-, “Dalam keadaan bagaimana kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku?” Para malaikat menjawab, “Kami tinggalkan mereka dalam keadaan sedang mendirikan shalat. Begitu juga saat kami mendatangi mereka, mereka sedang mendirikan shalat.” (HR. Al-Bukhari no. 555 dan Muslim no. 632)

Laporan Amal Mingguan

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Amal manusia akan dilaporkan dalam tiap pekan sebanyak dua kali, hari Senin dan Kamis. Maka Allah SWT mengampuni setiap hamba yang beriman kecuali seorang hamba yang antara dia dan saudaranya ada kebencian. Maka dikatakan “Biarkan dua orang ini, hingga mereka saling berbaikan.” (HR.Muslim)

Laporan Amal Tahunan

“Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid, ia bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, saya tidak menjumpai engkau berpuasa di bulan-bulan yang lain sebagaimana Engkau berpuasa di bulan Syakban. Rasulullah SAW menjawab, “Syakban adalah bulan yang dilupakan oleh orang-orang antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan Syakban adalah bulan laporan amal kepada Allah SWT. Maka saya senang amal saya dilaporkan sementara saya dalam kondisi berpuasa.” (HR Nasai No 2356, Ahmad No 21753 dan disahihkan oleh Ibnu Khuzaimah. Baca juga Fathul Bari Syarah Sahih Bukhari karya al-Hafidz Ibnu Hajar, VI/238. Ibnu Hajar juga menilainya sahih).

Dari paparan di atas terungkap tentang salah satu keistimewaan bulan Syakban, yang di dalamnya Rasulullah sangat menganjurkan umatnya untuk berpuasa. Karena menurut Rasulullah, di bulan inilah laporan amal tahunan manusia disampaikan kepada Allah. Dan alangkah beruntungnya setiap hamba jika seluruh amalnya di dunia dilaporkan kepada Allah pada saat dirinya sedang berpuasa.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *