Satu Islam Untuk Semua

Friday, 22 April 2016

RENUNGAN JUM’AT–Sejumput Rahasia Surah Al-‘Ankabut


RENUNGAN-JUM'AT-Sejumput -Rahasia-Surah- Al-'Ankabut

Islamindonesia.id-Sejumput Rahasia Surah Al-‘Ankabut

Artikel ini membahas dua temuan ilmiah yang selaras dengan ungkapan ayat-ayat al-Qur’an. Dua temuan ini tentu saja mempertegas apa yang selalu disampaikan para ahli tafsir bahwa bahasa al-Qur’an ini melampaui ruang dan zaman; ia turun dengan bahasa Arab yang mampu menyingkap banyak makna dan dimensi sehingga tiap orang dengan latarbelakang berbeda-beda di tiap zaman dapat menyerap pesan-pesan Ilahi ini.

Rahasia Pertama

Dalam bahasa Arab, ada dua bentuk kata: muannats (feminin) dan mudzakkar. Al-‘Ankabut (laba-laba) sejatinya adalah kata berbentuk maskulin. Namun, mengapa al-Qur’an menyebut ‘ankabut dalam bentuk muannats (feminin) padahal ia sejatinya berbentuk mudzakkar (maskulin)?

Allah Swt berfirman:

QS.al-ankabut-41

“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba (betina) yang membuat rumah.” (QS. al-‘Ankabut [29]: 41)

Apakah ‘ankabut (laba-laba) kata bergender maskulin ataukah feminin? Apakah kita mengatakan ‘ini laba-laba’ dengan frase هذه عنكبوت ataukah هذا عنكبوت? (catatan: هذا untuk laki-laki, هذه untuk perempuan)

Tentu yang benar adalah هذا عنكبوت, karena ia adalah berbentuk maskulin. Lantas mengapa dalam ayat tersebut al-Qur’an menambahkan huruf ta’ pada kata kerja اتخذ (ittakhodza) sebagai penanda feminin?

Para kritikus yang sinis pada Al-Qur’an telah menuding hal ini sebagai cela dan kesalahan tatabahasa. Mereka berkata, “Secara tatabahasa, yang benar adalah اتخذ بيتا, karena kata ‘ankabut adalah bentuk laki-laki.”

Namun, pada hakikatnya, Allah Swt menyimpan pesan mukjizat dalam ayat-ayat-Nya untuk menambah keyakinan kita. Sebaliknya bagi orang-orang yang kafir ungkapan ini hanya akan menambah kebingungan dan kesilapan mereka.

Pengetahuan modern mengkonfirmasi bahwa laba-laba betina sajalah yang mampu membangun rumah dan jejaring laba-laba. Laba-laba betina berperan paling besar dalam membangun sarang mereka karena serat-serat yang digunakan untuk membuat sarang laba-laba hanya diproduksi oleh kelenjar dalam tubuh laba-laba betina. Adapun laba-laba jantan tidak memiliki sifat alami itu. Terkadang, laba-laba jantan ikut membantu dalam memperbaiki atau memperluas rumah, tapi proses membuatnya tetap dipikul oleh laba-laba betina.

Fakta ilmiah ini baru ditemukan setelah riset mendalam atas perilaku laba-laba yang dilakukan oleh ratusan ilmuwan, selama puluhan tahun, hingga akhirnya dapat disimpulkan pada abad ke-20.

Seandainya Allah swt berfirman اتخذ بيتا, bukankah ayat tersebut keliru secara ilmiah dan biologis? Demikianlah Allah Swt meletakkan huruf ta’ sebagai penanda feminin untuk menguatkan keimanan di hati kita dan mengantarkan kita kepada suatu rahasia ilmiah.

 

Rahasia Kedua

Laba-laba betina membunuh pejantan setelah melahirkan anak-anaknya dan membuangnya keluar sarang. Setelah besar, anak-anaknya akan membunuh sang induk dan membuangnya keluar sarang. Rumah ajaib di antara rumah-rumah terburuk. Demikianlah al-Qur’an menyifatinya dalam ayat lanjutannya,

QS.al-ankabut-41-lanjutan

“Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba andai mereka mengetahui.” (QS. al-‘Ankabut [29]: 41)

Maha suci Allah!

Sesungguhnya manusia mengetahui betapa lemahnya sarang laba-laba, namun mereka tidak mengetahui makna kelemahan kecuali di masa sekarang. Kelemahan sarang laba-laba bukan pada serat-serat penyusunnya. Serat penyusun rumah laba-laba sangatlah halus. Ketebalannya hanya sekitar satu juta per inci kuadrat, atau sekitar satu bagian dari empat ribu bagian ketebalan rambut manusia pada umumnya.

Meskipun begitu, serat-serat tersebut adalah substansi terkuat yang diketahui manusia sejauh ini. Serat halus penyusun sarang laba-laba dinilai lebih kuat dibandingkan dengan baja, dan kekuatannya hanya dapat dikalahkan dengan lelehan kristal. Serat yang tipis merenggang hingga lima kali dari panjang awalnya sebelum terputus. Sehingga, banyak ilmuwan yang menyebut serat laba-laba tersebut sebagai bio-steel atau baja hayati yang lima kali lebih kuat dari baja logam dengan ketebalan yang sama. Maka itulah akhir ayat tersebut berbunyi, “Andai mereka mengetahui.”

Lantas, di manakah letak kelemahannya? Jawabnya, kelemahan sarang laba-laba terletak pada kegaduhan, kanibalisme, dan saling makan di antara para penghuninya. Betina memakan jantannya setelah reproduksi, dan anak-anak memakan induknya setelah mereka dewasa, terutama jika anak-anak itu kekurangan makanan. Dalam keadaan seperti ini, rumah itu memiliki kelemahan internal yang luarbiasa, sedemikian sehingga yang di dalamnya justru saling memakan dan menghabisi. Inilah kelemahan esensial yang lebih daripada kelemahan serat-serat fisik sarang laba-laba.

Lalu, mengapa Allah swt menamakan surah ini dengan nama laba-laba? Jawabnya, surah ini dari awal hingga akhir berbicara tentang ujian, dan bukan sekedar ujian biasa tetapi ujian dalam arti fitnah.

Perhatikanlah ayat pertama dalam surah ini,

QS.al-ankabut-2

“Apakah manusia itu menyangka bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, ‘Kami telah beriman’, sementara mereka tidak diuji?” (QS. al-‘Ankabut [29]: 2)

Lalu ayat lainnya berbunyi,

QS.al-ankabut-10

“Dan di antara manusia ada orang yang berkata, ‘Kami beriman kepada Allah’, maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah (ujian) manusia itu sebagai azab Allah.” (QS. al-‘Ankabut [29]: 10)

Lebih jauh lagi, silih bergantinya ujian yang menimpa manusia menyerupai rajutan benang laba-laba. Ujian-ujian itu datang silih berganti sehingga manusia tak lagi mampu memilah ujian-ujian tersebut saking banyaknya dan sulit dijelaskan. Walhasil, ujian itu hanya mampu kita tanggulangi manakala kita memohon pertolongan Allah Swt.

Ya Allah jauhkanlah kami dari bala ujian yang tampak dan tersebunyi. Berikanlah jalan keluar atas kemelut yang menimpa umat-Mu. Gantilah musibah kami menjadi kebaikan.

 

Tom&AJ/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *