Satu Islam Untuk Semua

Friday, 10 June 2016

RENUNGAN JUM’AT–Jaminan Rezeki dalam Al-Qur’an


renungan-jum'at-jaminan-rezeki-dalam-alquran

Islamindonesia.id-Jaminan Rezeki dalam Al-Qur’an

Ayat-ayat Al-Qur’an sesungguhnya satu sama lain saling menafsirkan dan saling menguatkan. Tidaklah mungkin seseorang dapat dianggap memahami Al-Qur’an bila tidak melihat dan mempelajari keseluruhan isinya secara komprehensif. Pemahaman yang sepenggal-sepenggal terhadap pesan Al-Qur’an, sebagaimana kata Al-Qur’an sendiri, akan menyebabkan kesalahan pemahaman yang merusak. Dua ayat di bawah berkenaan dengan jaminan rezeki ini merupakan salah satu contoh bagaimana satu ayat dengan ayat lain memiliki kesinambungan makna dan pesan.

Dalam al-Qur’an Surah Al-An’am (QS 6: 151) Allah berfirman,

qs.al-an'am-151
“Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena kemiskinan, Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka.”

 

Dan di dalam Surah Al-Israa’ (QS 17: 31) Allah berfirman,

qs.al-isra-31

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu.”

Mari kita bandingkan dua ayat suci tersebut di atas,

Ayat Pertama

Frase مِّنْ إِمْلَٰقٍ (min imlaqin) arti sebenarnya adalah “dari kemiskinan”. Dengan mengikuti konteks kalimatnya, min di dalam ayat ini berarti “karena”  bukan “dari”. Artinya, bahwa kemiskinan itu sendiri sudah terjadi atau sudah menjadi kenyataan hidup orang yang hendak membunuh anaknya. Maka, Allah memberikan jaminan rezeki kepada si miskin agar dia menghilangkan rasa takutnya, dan Allah juga akan memberi rezeki kepada yang menjadi tanggungannya, yaitu anak-anaknya. Karenanya, Allah mendahulukan pemberian rezeki kepada si miskin sebelum kepada yang menjadi tanggungannya, yaitu anak-anaknya.

ْ نَّحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُم

Yang artinya: “Dan Kami memberi kalian (orangtua/wali yang bertanggungjawab) dan mereka (anak/tanggungan) itu.”

Ayat Kedua

Frase خَشْيَةَ إِمْلَٰقٍ (khosy-yata imlaqin) arti sebenarnya adalah, “Takut akan kemiskinan“. Artinya bahwa kemiskinan itu sendiri belum terjadi, hanya rasa takutnya yang datang menghantui. Maka, Allah memberikan jaminan rezeki kepada yang ditakutkan atau yang menjadi tanggungannya, yaitu anak-anaknya lebih dahulu sebelum kepada orangtua itu sendiri. Karenanya, Allah mendahulukan pemberian rezeki kepada tanggungannya, yaitu anak-anaknya sebelum kepada orangtua yang takut itu.

ُ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمُ

Yang artinya: “Dan Kami memberi mereka (anak/tanggungan) itu dan kalian (orangtua/wali yang bertanggungjawab).”

Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

 

Tom/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *