Satu Islam Untuk Semua

Monday, 01 October 2018

Menghargai Nilai Kehidupan dan Kewajiban Berobat Saat Sakit


Menghargai Nilai Kehidupan dan Kewajiban Berobat Saat Sakit

islamindonesia.id – Menghargai Nilai Kehidupan dan Kewajiban Berobat Saat Sakit

 

Nilai Kehidupan

Hidup itu sakral dan merupakan salah satu rahmat dan karunia terbesar dari Allah. Setiap momen dalam kehidupan mengandung nilai yang sangat tinggi dan tidak tergantikan. Karena itulah, kita harus mengapresiasi dan memeliharanya, sekalipun jika kondisinya buruk.

Prinsip etika medis Islami terkandung dalam ayat berikut ini. “Dan barangsiapa menyelamatkan satu nyawa, maka seolah-olah dia menyelamatkan kehidupan seluruh manusia.” (QS. al-Maidah (5]: 32)

Berdasarkan ayat ini, menyelamatkan kehidupan adalah kewajiban dan mencabut nyawa tanpa alasan yang benar adalah kejahatan besar. Ayat ini melarang pembunuhan, bunuh diri, aborsi, eutanasia, dan mendorong dilakukannya cara apa pun demi menyelamatkan nyawa.

Kewajiban Mengobati Penyakit

Islam menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penyakit. Tetapi jika pencegahan gagal, seluruh upaya harus dikerahkan demi memulihkan kesehatan. Salah satu cara menyelamatkan nyawa adalah dengan mengobati orang yang sakit. Ini merupakan tanggungjawab bersama antara orang yang sakit dan tenaga medis atau masyarakat secara keseluruhan.

Dengan kata lain mencari pengobatan adalah kewajiban orang sakit dan seluruh anggota masyarakat wajib membantu pengobatannya.

Mengenai pentingnya pengobatan ini Rasulullah bersabda, “Wahai hamba Allah carilah pengobatan, karena Allah tidak menurunkan penyakit tanpa menurunkan pengobatannya.”

lni adalah salah satu contoh dari serangkaian hadis yang mewajibkan pengobatan ketika pengobatan itu tersedia dan seandainya menunda pengobatan akan membawa dampak yang berbahaya.

Di lain pihak, mengobati orang sakit dipandang sebagai tugas yang suci. Karenanya, seorang tenaga medis harus berupaya semaksimal mungkin untuk mengobati penyakit. Tetapi pada saat yang sama dia harus menyadari bahwa penyembuh yang sejati tidak lain adalah Allah.

Ada sebuah kutipan ucapan Nabi Ibrahim dalam Al-Quran, “Dan ketika aku sakit Dialah yang memulihkan kesehatanku.” (QS. As-Syuara [26]: 80). Dan memang, salah satu nama Allah adalah “Maha Penyembuh (al Syafi)”.

Selain itu, seorang dokter juga harus merawat pasiennya dengan rasa hormat dan kasih sayang.

Apalagi dalam sumpah yang biasa diucapkan dokter Muslim memang terdapat kalimat, “melindungi kehidupan manusia dalam segala tahap dan dalam kondisi apa pun, untuk melakukan yang terbaik demi menghindarinya dari kematian, kesengsaraan, rasa sakit, dan kegelisahan. Untuk menjadi perpanjangan kasih sayang Tuhan, menyebarkan…. … pengobatan medis kepada yang dekat dan yang jauh, orang yang saleh dan berdosa, teman maupun musuh.”

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *