Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 30 December 2012

Lawan Reduksi Kata Jihad!


Sekelompok Muslim di tiga negara (AS, Mesir dan Kanada)  coba meyakinkan masyarakat luas bahwa kata jihad bermakna baik dan damai.

Seorang bule menatap tayangan televisi  yang ada di depanya: puluhan orang bertopeng  tengah mengacung-cungkan senjata AK 47 mereka ke udara. Seiring suara takbir yang keluar dari mulut orang-orang bertopeng tersebut, Si Bule dengan sinis mengangkat bahunya. “It’s jihad…the holy war for Muslims,” katanya ditujukan kepada seorang lelaki bule lain di sebelahnya. Ya, di Barat terutama di Amerika Serikat, sebagian besar menganggap kata “jihad” identik dengan perang.

Beberapa waktu yang lalu, sebuah kampanye dilakukan oleh komunitas yang mengatasnamakan Muslim Amerika di Washington DC. Tujuannya adalah  memperkenalkan kepada khalayak negara Paman Obama itu arti sebenarnya dari kata ” jihad”.  “Kampanye ini  mendapat dukungan yang luas dari seluruh  kalangan. Kami berharap dengan mengenalkan arti jihad sesungguhnya,  kita bisa mencegah munculnya resistensi dari sikap ekstrem  yang hanya akan memunculkan kebencian dan perpecahan  di kalangan kita” kata Sadaf Syed (seorang wartawan foto yang kerap mendapat penghargaan) dalam sebuah pernyataan dari   Council on American-Islamic Relations (CAIR-Chicago).

Seiring dengan seruan yang disampaikan lewat situs resmi MyJihad, kampanye juga dilakukan dengan memasang poster dan stiker di berbagai media trasnportasi seperti bis dan kereta api. Begitu pula di dunia maya, pesan-pesan yang sama ditulis dalam media sosial seperti Facebook, YouTube dan Twitter. Upaya kampanye ini selain di Chicago, juga berlangsung secara bersamaan di kota lainnya yakni San Francisco.

“Sebagai wartawan Amerika yang beragama Islam, saya tumbuh laiknya media untuk diriku sendiri. Itulah jihad  cara saya, “kata Syed.

Selain di Amerika Serikat, kampanye ini juga di lakukan di negara lain. Di Mesir misalnya, kampanye serupa  telah  dibuat di Kairo. Selain menyampaikan arti ” jihad yang sesungguhnya”, para aktivis perdamaian Muslim di  Kairo pun menyerukan persatuan antara Muslim dan Kristen. Hal yang sama juga terjadi di Kanada. Selain untuk mengusung  pesan-pesan damai Islam,  di sana juga  dilancarkan kampanye untuk mengatasi gejala Islamofobia.

Kata “jihad” memang terlanjur direduksi oleh kalangan Barat sebagai “perang suci”. Padahal kalangan ulama moderat telah berulang kali  menegaskan bahwa  jiihad, yang  termaktub dalam  Al Qur’an, memiliki arti yang sesunggunya lebih luas yakni “perjuangan”  untuk berbuat baik dan menghilangkan ketidakadilan, penindasan  serta kejahatan di tengah masyarakat. Karen Armstrong, penulis Inggris yang dikenal sangat aktif menyoroti tiga agama monoteistik (Islam, Kristen dan Yahudi), kerap melakukan kritik terhadap stereotip kata “jihad” sebagai  istilah yang hanya dimaknai sebagai perang suci. Akbat dari stereotipikasi ini telah banyak merugikan sendi-sendi kehidupan sosial masyarakat Muslim di Barat. Di AS saja, diperkirakan  ada sekitar delapan juta kaum Muslim yang hampir tiap hari merasakan permusuhan dan kebencian dari masyarakat lainnya.

Sebuah laporan terbaru  yang dilansir CAIR, University of California Berkeley dan Pusat untuk Penangan Masalah Ras dan Gender  menemukan bahwa gejala Islamofobia di AS terus meningkat setiap waktu.Sebuah survey lain di AS telah mengungkapkan pula bahwa  hanya sedikit sekali mayoritas orang Amerika  yang mengerti tentang Islam. Dan parahnya, seperti yang pernah dilansir Gallup dalam jajak pendapatnya  baru-baru ini: 43 persen orang Amerika mengakui secara terus terang selalu merasa memiliki “sedikit” prasangka buruk jika berhadapan dengan orang Muslim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *