Satu Islam Untuk Semua

Wednesday, 21 October 2015

KISAH – Kasih Sayang Nabi Berbuah Umur Panjang


02

Selain pandai berdakwah sesuai bahasa kaumnya, setiap nabi Allah memiliki sifat yang penyayang pada kaumnya. Pada masa Nabi Daud, majelis ilmu penyampai ajaran Kitab Zabur itu selalu dihadiri oleh seorang pemuda berwajah masam. Pemuda itu tidak jarang duduk hingga majelis berakhir namun tidak bertanya atau berbicara sepatah katapun.

Suatu hari, malaikat Izrail hadir di majelis Nabi Daud itu. Wajah pencabut nayawa itu memandang pemuda itu dengan pandangan yang tajam. Daud yang penasaran dengan sikap Izrail pun bertanya, “mengapa engkau memandang pemuda itu dengan pandangan tajam?”

“Saya diutus Allah untuk mencabut nyawanya pekan depan,” jawab Izrail

Hati Daud pun merasa kasihan dan simpati mendengar jawaban malaikat itu. Setelah itu, Daud menemui pemuda itu dan bertanya, “wahai pemuda, apakah engkau telah berkeluarga?”

“Belum,” jawab pemuda itu singkat.

Tidak lama kemudian, Daud menulis surat yang ditujukan kepada salah satu pemuka Bani Israil yang memiliki anak gadis. Surat itu mengenai Daud yang meminang anak gadisnya untuk pemuda itu. Setelah menulis surat, Daud menitipkan suratnya pada pemuda itu untuk disampaikan kepada yang bersangkutan. Akhirnya, pinangan utusan Allah itu diterima oleh orang tua sang gadis. Akhirnya, pernikahan diadakan dimana seluruh biayanya ditanggung oleh Daud.

Setelah menjalani bulan madu selama seminggu, seperti kebiasaan sebelumnya, pemuda itu kembali hadir di majelis Nabi Daud. “Wahai anak muda, bagaimana bulan madumu?” sapa sang Nabi dengan ramah.

“Saya belum pernah merasakan nikmat Allah melebihi  itu,” jawab pemuda itu dengan wajah yang cerah dan penuh kebahagiaan.

Ketika “hari kematian” yang dijanjikan itu tiba, Izrail tidak hadir dalam majils Nabi Daud itu. Hingga dua pekan berlalu, Izrail tidak kunjung datang. Demikian seterusnya, majelis Nabi Daud senantiasa dihadiri oleh pemuda itu namun tidak dengan kehadiran Izrail. Pada hari ke-56, datanglah sang pencabut nyawa itu ke majelis Nabi Daud. Pada saat yang sama, pemuda itu juga hadir.

“Mengapa engkau tidak datang mencabut nyawanya pada hari yang dijanjikan itu?” tanya Daud.

“Wahai Daud, Allah mengasihi pemuda itu karena kasih sayangmu padanya. Dengan kasih sayangNya, Allah memperpanjang usia pemuda itu hingga tiga puluh tahun mendatang.” jawab Izrail.

 

Edy/ Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *