Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 30 September 2018

Keutamaan Memaafkan dalam Pandangan Islam


Keutamaan Memaafkan dalam Pandangan Islam

islamindonesia.id – Keutamaan Memaafkan dalam Pandangan Islam

 

Banyak dari kita tidak bisa memaafkan orang tua atau teman atau pasangan kita saat mereka mengatakan hal-hal yang menyakitkan dalam kemarahan. Kami menyimpan dendam selama bertahun-tahun, tidak dapat melupakan hal-hal yang telah dilakukan orang terhadap kami.

Di satu sisi, kita merasa dibenarkan dalam merasakan hal ini. Bagaimanapun, kita adalah orang-orang yang dianiaya. Adalah wajar jika marah pada seseorang saat mereka menyakitimu dan mengajarkan keutamaan ikhlas dalam Islam.

Nabi kita mengatakan kepada kami bahwa seorang Muslim tidak boleh memutuskan hubungan dengan Muslim lain selama lebih dari 3 hari, menyadari bahwa kita memerlukan waktu untuk menenangkan diri. Memaafkan berarti tidak membawa dendam di hati Anda terhadap orang itu.

Memaafkan berarti bahwa jika Anda diberi kesempatan untuk melakukan pembalasan, Anda akan memilih untuk tidak melakukannya.

Memaafkan berarti tidak menginginkan kejahatan, bahkan jika secara diam-diam, atas orang tersebut. Ini berarti Anda dapat terus bersikap sopan terhadap mereka, dan bahwa Anda bahkan dapat membawa diri Anda untuk berdoa demi kesejahteraan dan bimbingan mereka. Namun, Apa yang Kita dapatkan ketuika mengamalkan sifat pemaaf dan mengamalkan cara membuat hati tenang dan ikhlas?

  1. Ketenangan Batin

Jika Anda terus membenci dan tidak memaafkan seseorang ini hanya akan memupuk kebencian yang hakikatnya akan merusak diri kita sendiri. Kebencian yang dari sekecil biji-bijian akan kian membesar dan ini sangat tidak di sukai oleh Allah SWT.

  1. Belajar Lebih Teliti Memilih Teman

Namun, pengampunan tidak berarti Anda tidak bisa belajar dari kesalahan mereka. Jika Anda mempercayai seseorang dan mereka mengkhianati kepercayaan Anda, pengampunan tidak berarti Anda harus mempercayai mereka lagi jika mereka tidak memberi Anda alasan untuk melakukannya.

Anda dapat memperlakukannya dengan baik, tanpa kebencian di hati Anda, tetapi jika Anda belajar sesuatu tentang karakter mereka, Anda harus mengingatnya saat berhadapan dengan mereka.

  1. Dicintai Oleh Allah

Ketika kita disibukkan dengan kesalahan yang telah dilakukan orang lain terhadap kita, kita kehilangan fokus dari salah satu cara terindah untuk lebih dekat kepada Allah. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Ada pedagang yang biasa memberi kredit kepada orang. Jika dia menemukan salah satu pelanggannya berada dalam sarana yang diluruskan, dia akan berkata kepada asistennya: “Maafkan mereka hutang mereka, mungkin Allah akan mengampuni kami.” Allah mengampuni dia.“ [Bukhari / Muslim]

  1. Mendapatkan Pengampunan

Ada korelasi langsung antara cara kita memperlakukan orang lain dan bagaimana Allah SWT memperlakukan kita. Kita semua tahu Nabi Muhammad yang terkenal mengatakan “Kasihanilah mereka yang ada di bumi, dan Yang di surga akan mengampuni kamu” [Tirmidzi].

Tentu saja, Allah SWT jauh lebih besar dan lebih bermurah hati dari kita. Oleh karena itu, apapun yang kita lakukan untuk orang lain, Allah akan memperbanyaknya untuk kita dan merupakan tips bersahabat dalam Islam.

  1. Menunjukkan Kualitas Diri

Nabi Muhammad SAW, saat duduk di masjid bersama para sahabat, menunjukkan seseorang yang masuk masjid sebagai orang yang akan masuk Jannah. Dia melakukan ini selama 3 hari, dan setiap saat, itu adalah orang yang sama yang masuk masjid. Dia tidak memperhatikan bahwa orang tersebut shalat shalat malam opsional pada malam-malam ini menjaga hati dalam Islam.

  1. Pengangkat Derajat

Perbuatan seseorang tidak lebih dari apa yang Anda lihat. Perbuatan seseorang memang tidak tidak lebih dari apa yang Anda lihat, tapi satu-satunya yang di lakukan adalah bahwa seseorang pemaaf tidak menyimpan dendam apapun terhadap setiap Muslim atau iri siapa pun atas karunia apa yang telah diberikan Allah kepada mereka. Dan ini adalah berkah yang sangat langka.

  1. Fokus Mengharap Ridha Allah SWT

Itulah artinya menjadi orang beriman sejati. Fokus kita bukan hanya pada seberapa banyak kita berdoa, meski itu tempatnya. Sebaliknya, kita begitu fokus untuk mendapatkan ridha Allah karena kesalahan orang terhadap kita tidak penting.

Inilah sebabnya mengapa Allah menggambarkan orang-orang percaya sebagai “orang-orang yang menghindari dosa-dosa dan ketidakmurnian besar, dan saat mereka marah, mereka memaafkan” [QS.  ash-Shu’ara, 42:37].

  1. Mendapatkan Kekuatan

Psikolog mengatakan bahwa ketidakmampuan untuk memaafkan dapat menyebabkan seseorang berulang kali membawa kemarahan dan kepahitan ke dalam setiap hubungan dan pengalaman baru.

Rasa sakit dan ketidakamanan yang disebabkan oleh pelaku kami diproyeksikan ke orang lain, karena kami tidak dapat beralih dari pengalaman kami sebelumnya.

  1. Pengakuan Kebenaran

Muslimin tidak diminta untuk memaafkan apa yang telah dilakukan orang lain kepada mereka, namun mereka harus mengakui bahwa mereka telah menyakiti dan itu salah. Kita harus merenungkan mengapa hal ini menyakitkan, apa yang mungkin menjadi motif orang yang menyakiti kita, dan apa yang harus kita pelajari.

Dan kemudian kita harus terus maju, karena kita tidak bisa mengubah masa lalu, tapi kita pasti bisa menggunakannya untuk memberdayakan diri kita dan menjadi orang yang lebih baik, insya Allah.

  1. Mengambil Sebuah Pembelajaran

Ketika kita mengambil langkah untuk belajar dari pengalaman yang menyakitkan, kita seharusnya bisa mencegah diri melakukan hal yang sama kepada orang lain. Sering kali kita mengutuk apa yang kita lakukan sendiri, kita terluka karena seseorang telah berbicara di belakang punggung kita, tapi kita sering mengalami semua pertengkaran.

  1. Mengajarkan Rasa Simpati

Efek psikologis lain untuk memaafkan orang lain adalah bahwa hal itu mengajarkan kita simpati. Saat kita melepaskan kemarahan, kita bisa lebih memahami orang-orang yang berada dalam situasi yang sama dengan kita sebelumnya.

  1. Pikiran Sehat, Tubuh Sehat

Ketidakmampuan untuk memaafkan mempengaruhi kita secara spiritual dan psikologis, dan selanjutnya, memiliki efek buruk pada kesehatan kita. Satu studi menunjukkan bahwa orang-orang yang berfokus pada dendam pribadi telah meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung, serta ketegangan otot dan perasaan yang semakin kurang terkendali.

  1. Pengingat Untuk Diri Sendiri

Kita tau bahwa dengan memaafkan kita menyadari bahwa yang dilakukan orang tersebut adalah salah dan sangat menyakitkan. Hingga ini menjadi salah satu pengingat penting agar nantinya kita tidak boleh melakukan hal yang sama seperti yang pernah dilakukannya tersebut.

Semoga Allah memberi kita kekuatan untuk memaafkan orang lain karena kesalahan mereka, dan untuk mengampuni kita untuk kepentingan kita sendiri. Aamiin.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *