Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 21 November 2015

Karakter Pengguna Akal dalam Lintasan Ayat


1_a-melatih-anak-berpikir-lateral

Akal adalah karunia terbesar Allah Swt yang diberikan kepada manusia. Akal-lah yang membedakan manusia dengan ciptaan-ciptaanNya yang lain. Dengan karunia agung ini manusia mampu mengarungi beratnya kehidupan, bertahan dari derasnya arus tarikan dunia, dan menemukan jalan untuk kembali kepada Semesta Rahmat kala tersesat.

Fungsi akal sejatinya bukan sekedar untuk berpikir, apalagi sekedar berpikir untuk memilih hal-hal sederhana dalam kehidupan. Namun lebih jauh, akal berfungsi untuk menuntun manusia menemukan kembali sumber sejatinya, akar keberadaannya yaitu selalu terkait dan terikat dengan Penciptanya.

Maka apakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan Tuhan kepadamu adalah kebenaran sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran.” QS. Al Rad:19

Terkait akal, Rasulullah Saw bersabda, “Karenanya Tuhan disembah dan dengannya pula surga diraih.”

Dalam Alquran, akal dan orang yang memfungsikannya disebutkan enam belas kali dan setiap disebut, senantiasa disertai sifat kesempurnaan setelahnya. Sifat-sifat itulah yang menjadi ciri berakal dan sempurnanya seseorang. Sehingga manusia dikatakan manusia kala akalnya digunakan disertai karakteristiknya yang menjadi cirinya.

Berikut ayat-ayat yang menyebutkan karakter orang yang memfungsikan akalnya:

1. Mengetahui rahasia-rahasia hukum dengan baik.

“Dan dalam qishash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.” QS. Al Baqarah: 179

2. Senantiasa memperhatikan masa depan dan tidak melalaikannya.

“…Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.” QS. Al Baqarah: 197

3. Memandang dunia tempat singgah sementara bukan akhir dari perjalaan panjangnya.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, maha suci Engkau, maka peliharalah Kami dari siksa neraka.” QS. Al Imran: 190-191

4. Mempelajari sejarah dan mengambil pelajaran dari kisah-kisah masa lalu.

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Alquran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” QS. Yusuf: 111

5. Selalu beralasan kala memilih dan memilih yang paling baik dan paling kuat di antara pilihan yang ada.

“Yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka Itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.” QS. Al Zumar: 18

6. Ahli tahajud di kala malam dan rajin ibadah.

“Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakal-lah yang dapat menerima pelajaran.” QS. Al Zumar:19

 

MA/IslamIndonesia . Gambar: avicennaedu.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *