Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 30 September 2018

Ihwal Gempa Bumi dan Cara Terhindar Darinya Menurut Dua Cucu Rasul


Ihwal Gempa Bumi dan Cara Terhindar Darinya Menurut Dua Cucu Rasul

islamindonesia.id – Ihwal Gempa Bumi dan Cara Terhindar Darinya Menurut Dua Cucu Rasul

 

Belum usai duka menimpa saudara-saudara kita di Lombok, NTB akibat guncangan gempa bumi dahsyat beberapa waktu lalu, kini gempa dengan skala lebih besar disertai tsunami kembali datang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah.

Ratusan korban wafat dan terluka, rumah-rumah hancur rata dengan tanah, dan sebagian orang masih berduka dan kebingungan, akibat kehilangan sanak-saudara dan keluarga mereka yang belum diketahui secara pasti dimana keberadaannya.

Musibah ini mengingatkan kita pada apa yang dicatat dalam riwayat terkait gempa bumi yang pernah terjadi di masa lalu di daerah Ahwaz.

Ali bin Mahziyar berkata, “Saya menulis surat kepada Imam Muhammad Taqi (salah seorang cucu/keturunan Nabi) dan mengeluhkan banyaknya terjadi gempa bumi di Ahwaz. Saya tanyakan apakah menurut Anda maslahat apabila kami pindah ke tempat lain?”

Imam Taqi al-Jawad, dalam menjawab surat itu, berkata, “Janganlah pindah dari tempat itu. Berpuasalah pada hari Rabu, Kamis dan Jumat. Kemudian mandilah dan kenakan pakaian-pakaian bersih lalu keluarlah dari rumah kalian pada hari Jumat dan berdoalah kepada Allah SWT maka pasti Allah SWT akan menyelesaikan masalah itu.”

Periwayat berkata, “Kami melakukan apa yang disarankan oleh Imam Jawad dan kemudian gempa bumi tidak terjadi lagi.”

Demikian juga Imam Taqi al-Jawad berkata, “Barangsiapa dari kalian yang melakukan dosa maka segeralah bertaubat dan memohonlah kebaikan.”

Pada hadis lainnya, Muhammad bin Sulaiman Dailami meriwayatkan, “Saya bertanya kepada Imam Shadiq (cucu Nabi), “Apakah gempa bumi itu?”

Imam Shadiq menjawab, “Ayat dan sebuah tanda.”

“Apa gerangan yang menjadi sebab terjadinya gempa bumi?” tanyaku lagi.

“Allah SWT mewakilkan seorang malaikat pada buhul-buhul bumi dan bilamana Allah SWT ingin mengguncangkan bumi maka Dia mewahyukan kepada malaikat itu untuk menggerakan buhul ini dan buhul itu. Kemudian malaikat itu berdasarkan perintah Allah SWT menggerakan buhul di bumi kemudian bumi dan penduduknya pun terguncang,” jawab Imam Shadiq.

“Apa yang harus dilakukan jika terjadi seperti ini?” tanyaku lagi.

Imam Shadiq menjawab “Kerjakanlah salat Kusuf (salat Ayat) dan tatkala engkau telah selesai mengerjakan salat, sujudlah dan dalam sujudmu bacalah doa ini:

‎«یَا مَنْ یُمْسِکُ السَّماواتِ وَ الْأَرْضَ أَنْ تَزُولا وَ لَئِنْ زالَتا إِنْ أَمْسَکَهُما مِنْ أَحَدٍ مِنْ بَعْدِهِ

‎ إِنَّهُ کانَ حَلِیماً غَفُوراً أَمْسِکْ عَنَّا السُّوءَ إِنَّکَ عَلى‏ کُلِّ شَیْ‏ءٍ قَدِیر».

“Wahai yang menahan langit dan bumi supaya tidak menyimpang (dari rotasinya); dan sungguh jika keduanya menyimpang, tidak ada seorang pun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. Jauhkanlah dari kami keburukan dan kejahatan, sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

[Syaikh Shaduq, ‘Ilal al-Syarâ’i, jil. 2, hal. 555-556, Kitab Purusyi Dawari, Qum, Cetakan Pertama, 1385 S.]

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *