Satu Islam Untuk Semua

Wednesday, 04 October 2017

Empat Tanda Diterimanya Tobat Menurut Syekh Abdul Qadir al-Jailani


Empat Tanda Diterimanya Tobat Menurut Syekh Abdul Qadir al-Jailani

islamindonesia.id – Empat Tanda Diterimanya Tobat Menurut Syekh Abdul Qadir al-Jailani

 

Sebagai manusia, kita pasti pernah berbuat dosa. Dan sebaik-baiknya seorang hamba adalah ia yang bertobat dari dosa-dosa tersebut. Tentu kita semua sepakat akan hal ini. Sebab jika tidak bertobat, nasib macam apa yang bakal menimpa kita kelak?

Kita tak akan selamanya berada di dunia. Kiamat pasti akan tiba, bahkan beberapa tandanya sudah bermunculan. Kita tentu mendambakan surga menjadi tempat terakhir yang kenikmatannya abadi. Oleh karenanya, bertobat adalah suatu cara menyucikan diri agar kelak surga bisa menjadi tempat kembali yang kita dambakan.

Mengacu pendapat Syekh Abdul Qadir al-Jailani, ada 4 tanda diterimanya tobat seorang hamba. Apa saja?

1. Cara bicaranya lebih terjaga

Hal ini bisa terjadi karena hatinya telah bersih dan peka. Dua hal ini membuat hati semakin hidup dan memandu tutur kata, sehingga ia tak berani untuk berkata kasar, bohong, jorok, sombong, dan perkataan tidak mengenakkan pihak lain. Hatinya akan terus-menerus mengingatkan akan kebaikan.

2. Tidak punya rasa dengki terhadap orang beriman

Ia akan selalu sadar bahwa semua karunia yang didapat saudara-saudara seimannya adalah karena Allah, entah itu kesehatan, pangkat, kepintaran, kekayaan dan sebagainya. Dengki pada orang beriman berarti sama saja tidak suka dengan dengan kehendak Allah SWT.

3. Nyaman dan senang pada lingkungan yang baik

Secara otomatis, jika hati telah bersih dan peka, ia memancarkan semacam frekuensi, dan akan mencari lingkungan yang sefrekuensi. Hatinya yang bersih akan membuatnya sangat berhati-hati dalam pergaulan yang tak baik di lingkungan. Hatinya yang lembut juga akan membuat dirinya sulit menertawakan kekurangan orang lain.

4. Tak pernah berhenti bertobat

Orang yang tobatnya diterima, tak memiliki istilah libur dalam bertobat. Ia akan terus menerus bertobat. Shalat fardhu selalu dinantikan, karena memang shalat fardhu bisa menggugurkan dosa, bahkan ketika wudhu pun, jatuhnya air wudhu saja sudah bisa menggugurkan dosa. Dari shalat fardhu ke shalat Jumat. Ia sangat menantikan datangnya hari Jumat yang begitu istimewa setiap seminggu sekali. Dan berharap dipanjangkan umurnya pula hingga Ramadhan tahun depan.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *