Satu Islam Untuk Semua

Wednesday, 31 October 2018

Betapa Allah Senantiasa Menepati Janji


Betapa Allah Selalu Menepati Janji

islamindonesia.id – Betapa Allah Senantiasa Menepati Janji

 

Al-Wa’du dain, janji adalah utang, demikian ungkapan yang sering kita dengar. Karena utang, maka ia harus ditunaikan atau dibayar. Caranya, yaitu dengan memenuhi atau menepatinya.

Menepati janji adalah salah satu bukti keimanan serta ketakwaan seseorang. “Telah beruntunglah orang-orang beriman, yaitu orang-orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya.” (QS. Al-Mukminun [23]:8). Sedangkan menyalahi janji atau mengingkarinya merupakan salah satu tanda dari kemunafikan.

Rasulullah saw dalam salah satu sabdanya menegaskan bahwa di antara tanda-tanda kemunafikan adalah “idza wa’ada akhlafa”, jika berjanji mengingkarinya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering tidak menyadari akan hal ini. Banyak di antara kita yang sering dengan mudah mengucap janji, tetapi sering juga mengingkari, seolah-olah hal ini menjadi lumrah. Padahal, jika kita mau kaji lebih lanjut, dalam sejumlah ayat Al-Quran Allah SWT secara tegas memerintahkan kepada kita untuk memenuhi janji.

“Dan tepatilah perjanjianmu apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu, sesudah meneguhkannya, sedang kami telah menjadikan Allah sebagai saksimu. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.” (QS.An-Nahl [16]:91)

“Sesungguhnya janji itu akan dimintai pertanggungjawabannya.” (QS. Al-Isra [17]: 34)

Beberapa ayat di atas menunjukkan betapa pentingnya menepati janji. Janji yang telah kita ucapkan dan tidak kita tunaikan akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak.

Allah SWT melalui sejumlah ayat Al-Quran menegaskan bahwa diri-Nya tidak pernah mengingkari janji. Allah selalu menepati janji-Nya. Hal ini tentu berbeda dengan kebiasaan kita pada umumnya. Kita sering kali mudah mengucapkan janji, tetapi sering kali pula sulit untuk menepatinya.

Padahal, sering disebutkan dalam beberapa keterangan ayat di atas, bahwa ketika berjanji kemudian kita tidak memenuhi janji kita, maka kelak di akhirat Allah akan menagih janji yang pernah kita ucapkan.

Terlebih bila kita berada dalam posisi sebagai pemimpin yang sebelum menduduki jabatan tertentu biasa mendahuluinya dengan banyak janji untuk mengemban amanah dengan baik dan senantiasa membela kepentingan masyarakat. Betapa celakanya, jika saat jabatan sudah diraih, kita justru melupakan dan mengingkari janji yang pernah kita ucapkan.

Apa bukti bahwa Allah tidak pernah ingkar janji?

Mari perhatikan sekeliling kita. Pernahkah kita jumpai orang-orang yang rajin bersedekah, misalnya, atau orang-orang yang senang menyantuni anak yatim, mengulurkan tangannya untuk membantu fakir miskin, hidupnya susah, usahanya bangkrut, keluarganya berantakan? Pernahkah kita temui orang-orang berhati mulia yang tak segan-segan mengorbankan harta, pikiran, tenaga serta jiwanya untuk membantu sesama, kemudian hidup mereka menderita? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah: Tidak! ya, sekali lagi: Tidak!

Allah menjanjikan kebaikan dan kebahagiaan hidup kepada mereka yang peduli kepada sesama, empati kepada orang lain, senang berbagi, gemar menolong, serta rajin membantu orang lain yang kesusahan. Ini janji Allah. Dan kita saksikan mereka yang selalu memberi kebaikan kepada orang lain terus diliputi kebahagiaan. Inilah salah satu bukti janji Allah. Dan masih banyak lagi bukti-bukti yang menunjukkan bahwa janji Allah itu nyata.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *