Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 11 October 2018

Belajar Membedakan Sarana dan Tujuan dalam Beragama


Belajar Membedakan Sarana dan Tujuan dalam Beragama

islamindonesia.id – Belajar Membedakan Sarana dan Tujuan dalam Beragama

 

Suatu hari ada kiai-kiai NU kumpul di sebuah pondok pesantren. Saat itu Kiai Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus ingin menerangkan tentang awal mula kesalahan beragama.

Beliau melemparkan pertanyaan, “PPP, PDI, dan Golkar itu wasilah atau ghooyah?”

Para kiai pun serempak menjawab dengan mantap, “Wasilah!” Bahkan ada yang saking mantapnya, jadi malah setengah berteriak.

Gus Mus memberikan pujian, “Nilai 100 untuk Bapak-bapak Kiai.”

“NU, Muhammadiyah, dan semacamnya itu wasilah atau ghooyah?” Gus Mus bertanya lagi. Para kiai kemudian menjawab pelan agak ragu-ragu, “Wasilah…”

Beliau hanya tersenyum mendengar nada jawaban para kiai yang mulai terasa berubah.

Pertanyaan terakhir, Gus Mus pun bertanya kembali,“Islam, Katholik, Hindu, dan semacamnya itu wasilah atau ghooyah?”

Seketika itu pula ruangan menjadi hening. Tak satu pun kiai yang menjawab.

Gus Mus sampai mengulangi pertanyaannya tiga kali, namun para kiai yang hadir tetap diam.

Sekadar informasi, ghooyah itu artinya tujuan akhir. Sedangkan wasilah itu artinya sarana menuju.

Kemudian ada kiai yang balik bertanya, “Kalau pendapat Gus Mus sendiri bagaimana?”

Dengan mantap beliau menjawab, “Agama Islam adalah wasilah.”

Para kiai kemudian ribut sendiri, “Lho, bagaimana bisa agama Islam adalah wasilah?!”

Sekali lagi, dengan mantap, Gus Mus menjawab, “Karena ghooyah (tujuannya) adalah Allah.”

Seketika itu pula, semua kiai di ruangan tersebut kembali terdiam.

Gus Mus lantas membuat pengandaian. “Kalau Anda ingin ke Jakarta memakai mobil, bus, atau kereta api, tidak akan sampai. Karena Jakarta sedang banjir. Maka melalui jalan darat tidak mungkin bisa sampai. Hanya bisa sampai ke Jakarta melalui pesawat terbang. Nah, meski satu-satunya sarana transportasi yang bisa menjangkau Jakarta, pesawat terbang ini tetaplah hanya wasilah (sarana menuju), bukan tujuan.”

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *