Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 31 March 2019

Begini Cara Mengusir Semut Ala Nabi


islamindonesia.id – Begini Cara Mengusir Semut Ala Nabi

Dalam Islam, semut bukanlah hewan sembarangan. Bersama lebah, hewan kecil ini disebut dalam Alquran bahkan diabadikan menjadi nama surah yaitu An Naml yang artinya semut dan An Nahl bermakna lebah.

Rasulullah Muhammad SAW tegas melarang semut dibunuh dengan cara apapun. Termasuk dengan dibakar sarangnya. Hal ini menunjukkan begitu istimewanya semut. Padahal, semut jelas jauh lebih kecil dibandingkan manusia.

Larangan ini ternyata ada faedahnya. Secara tidak langsung, manusia bisa belajar banyak dari semut, soal kesabaran, kebersamaan, serta kemandirian.

Semut adalah hewan kecil yang luar biasa. Dia bisa menempuh jarak yang jauh untuk mencari makanan dan membawanya kembali ke rumahnya. Seberapa pun beratnya beban yang dia bawa, semut tetap membawanya sampai ke rumah. Caranya, ya, hanya dengan menjepit benda itu dengan dua rahangnya yang kuat.

Jika makanan yang disimpan dalam keadaan basah, semut akan menjemurnya di depan lubang sarangnya. Begitu sudah kering, makanan itu disimpan kembali di sarangnya.

Dalam kisah para nabi, cerita mengenai sekumpulan semut dan Nabi Sulaiman AS menarik disimak. Suatu hari, Nabi Sulaiman bersama bala tentaranya bergerak melewati sarang semut. Sebelum mendekat sarang, Nabi Sulaiman mendengar satu semut menyuruh kelompoknya untuk masuk sarang. Sebab jika tidak, mereka terinjak oleh Nabi Sulaiman dan bala tentaranya. Kisah ini terdapat dalam Surath An Naml ayat 18.

Masih banyak kisah terpuji seputar semut yang bisa kita jadikan pelajaran. Karena itulah, Rasulullah melarang kita membunuh hewan kecil ini. Keistimewaan lain dari semut adalah makhluk Allah yang satu ini tidak pernah tidur, senantiasa bekerja dan senantiasa berzikir. Termasuk kecerdasan semut juga adalah ia mengetahui bahwa Allah, Tuhan mereka, berada di atas langit dan di atas ‘Arsy.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Suatu ketika, Sulaiman keluar untuk mencari minum. Ia lalu melihat seekor semut terbaring terbalik dengan mengangkat kaki-kakinya ke langit dan mengucapkan, ‘Ya Allah, sesungguhnya kami adalah makhluk dari makhluk-Mu, kami tidak dapat hidup tanpa pemberian minum-Mu.’

Nabi Sulaiman pun berkata, ‘Kembalilah kalian, sesungguhnya kalian telah diberi minum berkat doa selain kalian’.” (HR. Ahmad)

Lantas, jika rumah kita dipenuhi semut tentu terasa terganggu. Adakah cara tepat yang mungkin bisa kita terapkan agar semut-semut pergi dari rumah kita?

Caranya mudah saja. Kalau kita melihat banyak semut di dalam rumah, jangan dibunuh dengan racun serangga atau bahkan dibakar, tapi tegurlah semut itu untuk berpindah.

“Assalamualaikum rakyat Nabi Sulaiman, ini rumahku karena aku ingin membersihkan tempat yang menjadi rumahmu. Kamu adalah makhluk Allah, buatlah sarangmu di luar rumahku agar kamu selamat.”

Memang terdengar lucu atau konyol untuk kita praktikan, namun dengan seizin Allah dan niat kita untuk menghormati sesama makhluk ciptaan-Nya, Insya Allah tidak lama semut-semut itu akan berpindah tempat dan pergi dari rumah kita.


Dalam sebuah riyawat disebutkan dari Abdullah bin Mas‘ud r.a ia berkata, “Kami pernah bersama Rasulullah SAW melewati sebuah sarang semut yang telah terbakar. Nabi lalu marah dan bersabda, ‘Sesungguhnya tidak patut bagi manusia untuk menyiksa dengan siksaan Allah’.” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i).

Begitulah semut termasuk salah satu di antara empat binatang yang terlarang untuk dibunuh. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Nabi saw melarang membunuh empat binatang, yaitu semut, lebah, burung hud-hud, dan burung suradi. (Lihat: At-Targib wat Tarhib, juz III hal. 386, HR Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban)

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *