Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 04 June 2016

ASMAUL HUSNA–Al-A’la


asmaul-husna-al-a'la

IslamIndonesia.id – ASMAUL HUSNA–Al-A’la

Kata Al-A’la dalam Al-Qur’an disebutkan sebanyak 9 kali dan yang merupakan nama Allah hanya dalam dua ayat berikut ini:

qs. al-a'la ayat 1

Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi. (QS. Al-A’lâ [87]: 1)

qs. al-lail ayat 19-20

Padahal tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya Yang Mahatinggi. (QS. al-Layl [92]: 19-20)

Allah Swt berfirman semisal dengan kata Al-A’lâ:

Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat mempunyai sifat yang buruk; dan Allah mempunyai sifat (al-matsal) yang tertinggi; Dialah Yang Maha Perkasa lagi Mahabijaksana. (QS. An-Nahl [16]: 60)

Allah juga berfirman,

Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkannya kembali itu ialah lebih mudah bagi-Nya. Dan bagi-Nyalah sifat (al-matsal) yang tertinggi di langit dan di bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Mahabijaksana. (QS. Ar-Rum [30]: 27)

Kata Al-A’lâ pada dua ayat pertama merupakan nama Allah Swt, sedangkan pada dua ayat terakhir hanyalah sifat untuk al-matsal. Dan al-matsal adalah washf dan tawshif (sifat dan penggambaran) tentang-Nya.

Kata ini berasal dari al-‘uluww yang berarti ketinggian. Ibnu Faris mengatakan, “Al-‘Uluww berarti ketinggian. Dan yang dimaksud al-‘uluww di sini adalah bahwa Allah Swt mempunyai ketinggian derajat dan tingkat. Dzat-Nya adalah Paling Tinggi dari segala wujud yang terbatas. Dia punya “Ketinggian Mutlak” serta “Wujud Mahasempurna” yang mengharuskan adanya Asmaul Husna bagi-Nya dan mensucikan nama-Nya serta menghindarkan-Nya dari nama-nama yang tidak sesuai bagi-Nya.

Sebagaimana Allah Swt adalah Mahatinggi dalam Dzat serta Sifat-Nya, Dia juga mempunyai pengetahuan yang tidak ternodai oleh kebodohan, kekuasaan yang tidak terhalangi oleh kelemahan, hidup yang tidak terbatasi oleh kematian. Allah lebih Tinggi dari segala perbandingan buruk yang menjadi sifat bagi selain-Nya. Maka Dia bersifat Tertinggi secara Dzat dan Wujud, Sifat dan Nama. Bukti bahwa Dzat dan Wujud-Nya adalah yang Tertinggi adalah fakta bahwa Dia-lah Dzat yang Niscaya-ada dan Sumber keberadaan semua selain-Nya.

Adapun Sifat dan Nama-Nya yang Tertinggi karena fakta bahwa semua sifat kesempurnaan adalah milik-Nya dalam ‘porsi’ terbesar dan mutlak, dan selain-Nya adalah ‘porsi’ terkecil dan relatif.

Boleh jadi Al-A’lâ ditafsirkan sebagai Al-Qâhir (Yang Mengalahkan). Al-Shaduq mengatakan, “Al-A’lâ artinya adalah Yang Tinggi dan Yang Mengalahkan. Dan hal ini diperkuat dengan firman-Nya kepada Musa as yang juga menggunakan kata al-a’lâ,

Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). (QS. Thâhâ [20]: 68)

Juga dalam firman Allah yang menganjurkan orang-orang beriman untuk tegar,

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (QS. Âli ‘Imrân [3]: 139)

Allah Swt juga menyifati Fir’aun dengan kata ‘ala, Sesungguhnya Fir’aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi (QS. Al-Qashash [28]: 4) yang bermakna mengalahkan dan menguasai mereka.

Selain makna di atas, ada juga makna lain yaitu bahwa Allah Swt adalah Mahatinggi dari semua penyerupaan, cela dan aib. Berarti Dia Mahasuci dari semua itu, sebagaimana firman-Nya,

Dan Mahatinggi (ta’âla) dari apa yang mereka sekutukan. (QS. Yûnus [10]: 18)

Arti kedua tersebut sudah sangat jelas bahwa Allah Swt Mahatinggi dalam Dzat, Sifat, dan Suci dari berbagai penyerupaan, cacat dan aib, sebagaimana yang disebutkan oleh As-Shaduq. Sedangkan makna yang pertama dari Al-A’lâ terkait dengan makna yang kedua bahkan merupakan konsekuensi darinya. Maka, Al-‘Uluww adalah Yang Tinggi dalam semua tingkatan dan tempat. Ini merupakan makna primer, sedangkan al-Qahr (keunggulan) dan al-ghalabah (kemenangan) adalah makna sekunder yang tercakup dalam arti al-‘uluww.

 

Tom/IslamIndonesia

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *