Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 11 January 2018

Adab Orangtua Terhadap Anak Menurut Imam Ghazali


Adab Orangtua Terhadap Anak Menurut Imam Ghazali

islamindonesia.id – Adab Orangtua Terhadap Anak Menurut Imam Ghazali

 

Sebagai orangtua kadang kita merasa berhak melakukan dan mengatur apapun yang kita mau pada anak-anak. Mungkin awalnya berupa niat baik, tidak ingin anak-anak kesulitan atau mengalami hal buruk di kemudian hari.

Tapi ternyata menurut Imam Al-Ghazali orangtua sesunguhnya tidak bebas berbuat apa saja kepada anak-anaknya. Melainkan ada adab atau etika tertentu yang harus diperhatikan para orangtua terkait kewajiban anak-anak berbakti kepada mereka.

Menurut Imam Al-Ghazali sebagaimana disebutkan dalam kitabnya Al-Adab fid Din (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, halaman 444) setidaknya ada lima (5) adab orang tua terhadap anak-anaknya sebagai berikut:

Adab orangtua terhadap anak, yakni: membantu mereka berbuat baik kepada orang tua; tidak memaksa mereka berbuat kebaikan melebihi batas kemampuannya; tidak memaksakan kehendak kepada mereka di saat susah; tidak menghalangi mereka berbuat taat kepada Allah SWT; tidak membuat mereka sengsara disebabkan pendidikan yang salah.”

***

Pertama, membantu anak-anak bersikap baik kepadanya. Sikap anak kepada orangtua sangat dipengaruhi sikap orangtua kepada mereka. Jika orangtua sayang kepada anak-anak, mereka tentu akan membalas dengan kebaikan yang sama. Tidak mungkin anak-anak bersikap baik kepada orangtua, jika mereka diperlakukan semena-mena. Oleh karena itu ketika orangtua bersikap baik kepada anak-anaknya, sesungguhnya orangtua telah mendidik dan membantu anak-anaknya menjadi anak yang baik pula.

Kedua, tidak memaksa anak-anak berbuat baik melebihi batas kemampuannya. Orangtua perlu memahami psikologi perkembangan agar anak-anak dapat menjalani kehidupannya sesuai dengan fase-fase perkembangannya. Tidak bijak bila orang tua memaksakan kehendaknya agar anak selalu menduduki ranking 1 di kelasnya, sementara kemampuannya kurang mendukung.

Ketiga, tidak memaksa anak-anak saat susah. Sebagaimana orang dewasa, anak-anak juga bisa merasakan susah, misalnya karena kehilangan sesuatu yang menjadi kesayangannya seperti binatang kesayangan atau lainnya. Pada saat seperti ini orangtua sebaiknya dapat memahmi psikologi anak dengan tidak menambahi bebannya.

Misalnya, orangtua melakukan perintah-perintah yang banyak dan berat sehingga menambah beban anak. Justru sebaiknya orang dapat menghibur dan membesarkan hati anak bahwa Allah akan mengganti apa yang hilang dari anak itu dengan sesuatu yang lebih baik.

Keempat, tidak menghalangi anak-anak untuk berbuat taat kepada Allah SWT. Tidak sebaiknya orang tua menghalangi anak-anak ketika mereka bermaksud melakukan ketaatan kepada Allah SWT, misalnya, berlatih puasa sunnah Senin-Kamis. Tetapi memang orang tua perlu memberi arahan untuk tidak berpuasa dahulu, misalnya, ketika kondisi anak sedang sakit. Orang tua perlu menjelaskan bahwa beberapa orang diperbolehkan tidak berpuasa, misalnya orang-orang yang sedang sakit, atau seorang ibu yang sedang menyusui anaknya yang masih kecil. Untuk puasa Ramadhan memang harus diganti apabila ditinggalkan, edang puasa sunnah tidak harus diganti.

Kelima, tidak membuat anak-anak sengsara disebabkan pendidikan yang salah. Adalah kewajiban orang tua mendidik anak dengan sebaik-baiknya sehingga anak memiliki ilmu yang cukup dan ketrampilan-ketrampilan yang diperlukan. Apabila orang tua tidak cukup membekali anak dengan ilmu dan ketrampilan yang diperlukan dan malahan memanjakannya, maka hal ini bisa menyengsarakan anak di kemudian hari. Anak bisa bodoh dan tidak mandiri dalam banyak hal sehingga tidak bisa menolong dirinya sendiri apalagi orang lain. Keadaan seperti ini akan membuat anak sengsara dalam hidupnya.

Singkatnya kelima hal di atas, yakni mengkondisikan anak sanggup dan mampu berbuat baik kepada orang tua, menghargai prestasi anak dalam meraih hal yang baik sesuai batas kemampuannya, mengerti perasaan anak ketika mereka sedang susah, mendukung anak untuk berbuat ketaatan kepada Allah SWT, dan membuat anak mampu hidup bahagia dengan pendidikan yang benar, merupakan adab atau etika minimal yang perlu dilakukan setiap orang tua kepada anak-anaknya. Demikianlah Imam Al-Ghazali memberikan resep kepada kita untuk menjadi orang tua yang baik.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *