Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 24 March 2019

Dua Akhlak Utama Islam: Mengucapkan Terima Kasih dan Menghargai Orang Lain


islamindonesia.id – Dua Akhlak Utama Islam: Mengucapkan Terima Kasih dan Menghargai Orang Lain

1. Mengucapkan Terima Kasih

Wajib hukumnya untuk mengucapkan terima kasih kepada orang yang telah berbuat kebaikan kepada kita, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis, “Barangsiapa yang tidak berterima kasih kepada orang lain (yang berbuat kebaikan kepadanya), maka berarti ia tidak berterima kasih kepada Allah.”

Allah sendiri telah menggabungkan ucapan terima kasih (syukur) kepada-Nya dan kepada orang tua, demi memperlihatkan nilai penting ucapan terima kasih kepada orang yang telah berbuat kebaikan kepada kita. Allah berfirman, “Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu-bapakmu.” (QS. Luqman: 14)

Diriwayatkan pula dalam hadis, “Ucapan terima kasih yang kebablasan (ifrat) merupakan pujian yang berlebihan, sedangkan ucapan terima kasih yang kurang (tafrit) merupakan kebimbangan/keterputusan.”

Anda mesti mengetahui bahwa ucapan terima kasih secara khusus lebih baik ketimbang secara umum. Karena, setiap orang yang memperolehnya secara khusus akan merasa lebih senang dan lebih dihargai. Sungguh, segala bentuk ucapan dan ekspresi terima kasih, termasuk mendoakannya, mesti kita lakukan, bila kita menginginkan hubungan yang baik di antara manusia.

Dikatakan dalam hukum moral umum: “Sempatkan hari-harimu untuk berterima kasih kepada orang lain. Di siang hari, ucapkanlah terima kasih kepada banyak orang. Sedangkan di malam hari, sebelum pulang ke rumah, ucapkanlah terima kasih kepada sebanyak mungkin orang. Karena, ucapan terima kasih kepada orang lain merupakan bagian dari ruang lingkupnya, yang menunjukkan perhatian Anda kepada mereka. Selain itu, ucapan terima kasih juga berperan dalam kesehatan manusia.”

2. Menghargai Orang Lain

Sungguh, terdapat perbedaan besar antara orang yang menghargai orang lain dan membuat mereka merasa dibutuhkan oleh masyarakat, dengan orang yang menjadikan mereka bahan tertawaan dan ejekan. Orang pertama yang menghasilkan ketertarikan orang lain, sedangkan orang kedua akan membuat orang lain menjauhinya. Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.” (QS. al-Hujurat: 11)

Diriwayatkan dalam sebuah hadis, “Allah SWT telah menyembunyikan hamba-Nya yang saleh di antara hamba-hamba-Nya.” Hadis ini menjelaskan bahwa sangat mungkin orang yang kita ejek justru lebih baik dan lebih unggul dari kita dalam pandangan Allah. Oleh karena itu, hadis ini bukan sekadar riwayat moral, melainkan juga mengajarkan kepada kita seni hubungan sosial.

Cucu Rasul, Imam Ja’far ash-Shadiq berpesan, “Bila engkau melihat seseorang yang lebih tua darimu, maka katakanlah, ‘Ia telah mendahuluiku dalam kebesaran.’ Dan bila engkau melihat seseorang yang lebih muda darimu, maka katakanlah, ‘Aku telah mendahuluinya dalam dosa.’ Dan bila engkau melihat seseorang yang seusia denganmu, maka katakanlah, ‘Aku mengetahui diriku, tetapi aku tak mengetahui apa yang ada di pikirannya.’”

Dalam setiap kondisi, Anda mesti merendahkan diri dan berprasangka baik kepada orang lain. Adakah ajaran moral (akhlak), yang mendorong pemeluknya untuk menggapai posisi tinggi, selain akhlak Islam?!

Dikatakan dalam hukum moral umum: “Jangan mengejek dan menertawakan orang lain, melainkan buatlah mereka merasa bahwa anda peduli kepadanya. Bila Anda ingin orang lain mencintai Anda, tunjukkan kepadanya kepedulian dan penghargaan Anda, yang akan memberinya harapan. Buatlah mereka merasa diperlukan. Temukan kebaikannya, jadikan itu bahan pembicaraan. Jangan hancurkan kondisi indah ini. Sungguh, setiap manusia itu berbeda, dan Anda mesti menemukan hal-hal baik dari mereka, pada fisik atau jiwa mereka. Sebagaimana Anda berharap kebahagiaan dan penghargaan bagi diri Anda, maka berikanlah itu pada saudara Anda sesama manusia.”

EH / Islam Indonesia


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *