Satu Islam Untuk Semua

Friday, 16 June 2017

RENUNGAN JUM’AT – Kehidupan Manusia dan Makhluk Lain


wallup.net

islamindonesia.id – RENUNGAN JUM’AT – Kehidupan Manusia dan Makhluk Lain

 

“Oh, andai pohon dapat berjalan
Dan bergerak dengan sayap dan kaki
Ia tak akan menderita kena tebasan
Kampak dan sakitnya gergaji!

Andai mentari tak berjalan
Saat tiba malam hari
Apakah bisa diharapkan
Akan bersinar esok hari?

Dan andai tetes uap lautan
Tak terbang ke langit tinggi
Mungkinkah akan tumbuh tanaman
Tanpa hujan dan air mengaliri?”

(Maulana Jalaluddin Rumi, 1207-1273)

Kehidupan yang kita nikmati sebagai manusia sejatinya juga merupakan dinamika pengorbanan dari yang lain. Acap kali kita merasa bahwa apa yang kita peroleh dan nikmati adalah upaya kita sendiri, seakan-akan tidak ada kaitannya dengan pengorbanan yang dilakukan (baik sengaja atau tidak) oleh pihak lain.

Karena itu kita lantas merasa hebat, sombong, dan merasa paling bertanggungjawab (mendapat hasil) atas apa yang kita lakukan.

Sementara kesadaran kita terhadap makhluk lainnya dan apa yang telah mereka berikan kepada kita, sering kita remehkan atau bahkan abaikan. Padahal kehidupan alam semesta dan isinya, termasuk di dalamnya manusia, senantiasa memiliki saling keterkaitan.

Mahluk-mahluk yang ada di sekitar kita memiliki fungsi dan tugas yang berkaitan dengan kehidupan mahluk lain. Manusia sering menganggap diri sebagai pusat segala sesuatu, padahal dalam relasi alam semesta belum tentu demikian.

Sebab jika rentetan keterkaitan itu terputus, maka manusia akan mengalami kenestapaan. Dan itu berarti ia bukanlah pusat. Ia masih tergantung kepada rantai relasi alam semesta.

Kesadaran tentang kesalingterkaitan antara manusia dan alam dan isinya, menjadi sangat berkurang dan bahkan dihilangkan oleh kesombongan peradaban  yang mengaku modern.

Karena manusia menempatkan diri, secara sepihak, sebagai pusat dari segalanya. Maka manusia merasa seakan tidak memerlukan mahluk lain dan malah mengeksploitasinya, dengan mengatasnamakan diri sebagai “khalifah di bumi” atau “pusat dari segalanya.”!

Ujung-ujungnya adalah malapetaka ketika semua mahluk yang menjalin saling-keterkaitan tadi melepaskan diri dari manusia, atau hancur karena tak dijaga kelestariannya.

 

[email protected]/Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *