Satu Islam Untuk Semua

Wednesday, 17 April 2019

Keistimewaan Manusia dalam Alquran


islamindonesia.id – Keistimewaan Manusia dalam Alquran

Dalam banyak ayat, Alquran memuji-muji manusia karena memiliki keistimewaan dibanding ciptaan Allah lainnya. Keistimewaan inilah yang menjadikan manusia memiliki posisi yang lebih mulia dan utama  dari malaikat sekalipun.

Allah SWT berfirman:

“Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.” (QS: Alisra:70)

Di awal penciptaan, para malaikat bersujud kepada Nabi Adam kecuali Iblis. Iblis merasa bahan penciptaan dirinya lebih mulia dari manusia, manusia dari tanah sedangkan Iblis dari api. Padahal kemuliaan dan keistimewaan Nabi Adam, bukan berkaitan dengan bahan penciptaannya sehingga Iblis membanding-bandingkan dengan dirinya, tapi sekaitan dengan keistimewaan potensi yang dimiliki manusia, sebagai bahan menapaki hidup di dunia kelak.

Apa saja keistimewaan yang dimiliki manusia dalam ayat-ayat Alquran?

Memiliki Ilmu Pengetahuan

Manusia memiliki potensi kemampuan memahami berbagai macam ilmu, karena manusia dibekali akal yang dengannya bisa berpikir dan mengolah berbagai macam ilmu pengetahuan. Suatu kemampuan yang tidak dimiliki makhluk lainnya.

“Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat, seraya berfirman, “Sebutkan kepada-Ku nama semua (benda) ini, jika kamu yang benar!. Mereka menjawab, “Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana. Dia (Allah) berfirman, “Wahai Adam! Beritahukanlah kepada mereka nama-nama itu!” Setelah Adam menyebutkan nama-namanya, Dia berfirman, “Bukankah telah Aku katakan kepadamu, bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi, dan Aku mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan?” (QS: Albaqoroh: 31-33)

Menjadi Khalifah

Dari sisi wujud, manusia memiliki kepantasan menjadi khalifah di muka bumi. Memiliki potensi dan kelayakan mewarisi serta menjaga bumi agar tetap menjadi tempat yang layak ditinggali dan tempat makhluk-makhluk lain bertasbih kepada Sang Pencipta.

“Dan ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS: Albaqarah:30)

Malaikat pun Bersujud Kepada Manusia

Di antara bukti lain dari kedudukan tinggi manusia adalah Allah menyuruh para malaikat-Nya untuk bersujud kepada manusia, sebagai bukti ketundukan dan ketaatan malaikat kepada perintah Allah.

“(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Kemudian apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya dan Aku tiupkan roh (ciptaan)-Ku kepadanya; maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya.” (QS: Shad:71-72)

Mampu Mengungkap Rahasia Alam Semesta

“Dan Dialah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daging yang segar (ikan) darinya, dan (dari lautan itu) kamu mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai. Kamu (juga) melihat perahu berlayar padanya, dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur.” (QS. Anahl: 14)

Memiliki Akal Sempurna untuk Mengetahui Baik dan Buruk

Di antara keistimewaan penting manusia adalah pengetahuan baik dan buruk yang dipahami oleh akalnya. Karena pengetahuan akan kebaikan inilah yang akan menjadikan manusia sempurna menuju kepada kesucian. Namun sebaliknya, jika menentang akal dan memperturutkan hawa nafsu akan mejerumuskan, dan menjadikannya makhluk yang hina.

“Demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya, maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya. Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu). Dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.” (QS: Assyam: 7-10)

Dibekali Fitrah Tauhid

Manusia dibekali fitrah untuk bertauhid kepada Allah sebagai penciptanya. Manusia memiliki kecendrungan kepada agama, mencari pencipta lalu tunduk menyembah-Nya. Jika tidak, niscaya dalam hidupnya akan senantiasa gelisah. Tidak akan pernah tentram selama belum bersama Tuhan.

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS: Arrum: 30)

MUH/IslamIndonesia/Foto Fitur: Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *