Satu Islam Untuk Semua

Wednesday, 12 December 2018

Jalaluddin Rumi: Menangis Adalah Cinta


Menangis Karna Cinta

islamindonesia.id – Jalaluddin Rumi: Menangis Adalah Cinta

 

Jalaluddin Rumi mengatakan bahwa cinta adalah satu-satunya hal yang diperlukan untuk mencapai Tuhan. Tanaman atau binatang juga mungkin mencintai, tetapi hanya manusia yang memiliki kapasitas untuk mencintai dengan tubuh, akal, pikiran, dan ingatannya.

Rumi menganggap bahwa sumber cinta tertinggi adalah Tuhan. Baginya, semangat cinta Tuhan mengalir tanpa henti dan abadi. Dan bagi Rumi, salah satu ekspresi cinta manusia terhadap Tuhannya diwujudkan dalam bentuk tangisan. Bahkan ketika seorang pendosa menangis karena Tuhan, menurut Rumi, derajatnya sudah sama dengan para syuhada.

Dikutip dari buku Haidar Bagir yang berjudul Mereguk Cinta Rumi, berikut ini adalah syair lengkap Rumi tentang menangis:

Teberkati mata yang menangis karena ingat Sang Kekasih. Dan teberkati hati yang tersulam dalam cinta-Nya.

Karna kalau bayi tak menangis, air susu tak mengalir dari dada ibu. Dan selama awan tak meneteskan air hujan, taman tak menghijau.

Dari tangisan awan … taman jadi hijau dan subur. Dan sebanyak lilin menangis, sebanyak itu bertambah cahayanya.

Dan jika air mata pendosa mengalir dalam sedihnya, Allah samakan air mata itu  dengan darah syuhada.

Menangis dan meratap adalah harta berlimpah.

Ampunan-Nya adalah rahmat agung. Harta dunia adalah emas dan perak. Bekal di mata Allah adalah Cinta di kedua mata yang menangis.

*Penjelasan: Kesedihan adalah tanda kerinduan. Hanya rindulah yang mencari dan, akhirnya menemukan kekasih.

 

 

PH/IslamIndonesia/Sumber: Dikutip dari buku Haidar Bagir, Mereguk Cinta Rumi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *