Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 09 September 2018

Inilah Empat Jenis Racun Perusak Hati


Inilah Empat Jenis Racun Perusak Hati

islamindonesia.id – Inilah Empat Jenis Racun Perusak Hati

 

Hati manusia ibarat panglima, sementara tubuh kita ibarat tentaranya. Mereka semua akan menaati panglimanya, melaksanakan perintahnya dan tidak akan menyelisihinya. Jika panglimanya baik maka baik pula seluruh pasukannya, sedangkan jika panglima berlaku jelek maka jelek pula seluruh pasukannya.

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Ketahuilah sesunggunya di dalam tubuh ada segumpal daging, apabila ia baik maka akan baik semua tubuhnya, tetapi apabila ia jelek akan jelek pula semua tubuhnya. Ketahuilah, ia adalah hati.” (H.R Bukhari dan Muslim). Maknanya, saat hati kita mengikuti jalan yang benar maka insya Allah kita akan selamat dari berbagai kerusakan dan kebinasaan. Hati yang lurus akan mengikuti kecintaan kepada Allah, tidak ada ketakutan selain hanya takut kepada Allah.

Namun, terkadang ada beberapa hal yang membahayakan hati. Apabila hati kita tidak dijaga, maka hal itu akan meracuni hati kita.

Berikut beberapa hal yang dapat meracuni hati:

Berlebihan dalam Berbicara

Rasulullah SAW selalu mencontohkan kepada umatnya untuk berkata yang baik-baik saja. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwasanya Rasulullah SAW pernah bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” Rasulullah termasuk yang paling sedikit dalam berbicara. Beliau lebih memperbanyak mengingat Allah atau berzikir.

Selain itu, perdebatan juga termasuk salah satu hal yang termasuk berlebihan dalam berbicara. Rasulullah SAW bersabda, “Termasuk kebaikan Islamnya seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah). Menurut beliau, berdebat merupakan hal yang sia-sia. Apalagi jika tema perdebatan itu akan membawa perselisihan.

Berlebihan dalam Makan

Islam menginginkan umatnya untuk selalu produktif dan kreatif dalam bekerja. Namun, jika tubuh dipenuhi makanan, tentu akan mempengaruhi tingkat produktivitas kita. Badan jadi mudah lesu, malas dan selalu ingin tidur. Untuk itu, Rasulullah menganjurkan kita untuk tidak makan secara berlebihan.

Beliau bersabda, “Tidaklah ada bejana yang diisi anak Adam yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap untuk menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak bisa, maka hendaknya sepertiga dari perutnya diisi dengan makanan, sepertiga dengan minuman, dan sepertiga untuk bernafas.” (H.R Ahmad, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah.)

Subhanallah, bahkan dalam soal adab makan, Allah telah mengaturnya sedemikian rupa. Makan secukupnya telah dicontohkan oleh nabi kita. Hal ini logis dalam dunia kesehatan. Makan berlebihan menimbulkan rasa malas bergerak, otak kita kekurangan oksigen sehingga mudah mengantuk. Maka makan dan minumlah secukupnya.

Berlebihan dalam Bergaul

Agama Islam adalah rahmatan lil ‘alamin. Rahmat bagi seluruh alam. Namun, dalam memilih teman dekat Allah juga sudah mengingatkan kita. Dalam surah Az-Zukhruf ayat 67 yang artinya “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.”

Bukan berarti kita tidak boleh bergaul, namun tetap memilih seorang sahabat adalah yang dapat membawa dan selalu mengingatkan kita pada jalan yang lurus.

Dalam hadis riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi diriwayatkan bahwasanya, ”Seseorang itu tergantung agama teman dekatnya. Maka hendaknya salah seorang di antara kalian melihat dengan siapa ia berteman.”

Berlebihan dalam Memandang

Pandangan berlebihan, baik bagi laki-laki maupun wanita adalah salah satu jalan menuju kebinasaan. Karena di dalamnya Allah tanamkan hasrat pada setiap diri manusia. Untuk itu, Allah mengingatkan kita untuk menjaga pandangan.

Dalam surah An-Nur ayat 30 dinyatakan, ”Katakanlah kepada laki-laki yang beriman hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *