Satu Islam Untuk Semua

Friday, 26 January 2018

HIKMAH – Tebusan Atas Ucapan ‘Alhamdulillah’ yang Tak Pada Tempatnya


HIKMAH – Tebusan Atas Ucapan ‘Alhamdulillah’ yang Tak Pada Tempatnya

islamindonesia.id – Tebusan Atas Ucapan ‘Alhamdulillah’ yang Tak Pada Tempatnya

 

Alkisah, ada seorang ‘arif (ulama ahli hikmah) yang selama 30 tahun kehidupannya selalu membaca zikir “astagfirullah”.

Salah seorang murid yang memperhatikannya, merasa heran dan bertanya kepada Sang Guru, “Mengapa Anda begitu banyak beristighfar, padahal kami tidak pernah melihat Anda bermaksiat?”

Tak ingin muridnya salah paham, sebelum memberikan jawaban, Sang Guru pun terlebih dulu bertanya, “Tahukah engkau bahwa 30 tahun istighfarku ini sesungguhnya kuharapkan menjadi tebusan atas ucapan ‘alhamdulillah’ yang pernah terucap dari mulutku dan sejatinya tidak pada tempatnya?”

Heran dengan pertanyaan Sang Guru, murid itu pun kembali bertanya, “Bagaimana mungkin ada ucapan alhamdulillah yang tidak pada tempatnya?”

“Ya. Itulah yang terjadi kepadaku,” jawab Sang Guru. “Suatu hari banyak warga yang mengabarkan bahwa pasar Bashrah telah terbakar. Kemudian aku bertanya kepada mereka, “Bagaimana dengan bangunan milikku yang ada di sana?”

Mereka menjawab, “Bangunan milik Anda tidak terbakar, Tuan.”

“Dan saat itulah, spontan aku berkata, ‘alhamdulillah’,” kisah Sang Guru. “Artinya, dengan mengucapkan itu, sama saja aku berkata, ‘Yang penting milikku tidak terbakar, adapun milik warga lain maka itu tidak penting’.”

“Itulah contoh ucapan ‘alhamdulillah’ yang tidak pada tempatnya. Karena ucapan syukur itu telah diucapkan karena keegoisan, bukan karena mencari keridhaan Allah,” tambah Sang Guru.

***

Apa hikmah yang dapat kita petik dari kisah singkat di atas?

Salah satu di antaranya adalah sebagai bahan renungan dan introspeksi: selama ini, berapa banyak kita telah mengucapkan “alhamdulillah” dan kita berpikir telah bersyukur, padahal pada saat yang sama, bukannya bersyukur, sebaliknya kita telah “nyukurin” turunnya musibah yang terjadi pada orang lain hanya gara-gara kita tidak terkena musibah yang sama?!

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *