Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 12 January 2019

HIKMAH – Tanah (dan) Air


HIKMAH – Kadar Asin Garam Kehidupan

Islamindonesia.id – HIKMAH – Tanah  (dan) Air

 

Oleh Abdillah Toha | Pemerhati Sosial Politik dan Keagamaan

 

 

Yang menemukan dan memberi istilah Tanah Air bagi negeri kita menurut saya seorang yang genius. Sepengetahuan saya tidak ada bahasa lain di dunia yang menyebut negerinya sebagai tanah air. Tanah dan air adalah anasir terpenting dalam hidup kita di bumi. Tanah sesungguhnya adalah leluhur kita. Adam diciptakan dari tanah dan karenanya kita semua sama diciptakan dari tanah. Ke tanah juga tubuh kita akan kembali.

Kita tidak bisa hidup tanpa tanah. Semua kebutuhan yang kita perlukan untuk mempertahankan hidup berasal dari tanah. Begitu pula air. Tanah baru hidup dan menghasilkan bila ada air yang tercurah dari langit..Allah berfirman “Dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup dari air”.(QS 21:30) “Dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih”.(QS. 25:48)

Karena semua kita sama berasal dari tanah dan menjadi hidup karena air, sesungguhnya kita semua makhluk hidup yang sama. Manusia adalah saudara manusia lain. Dan karena tanah adalah leluhur kita dan tempat tubuh kita dipulangkan, sesungguhnya semua kita harus menghormati, menghargai, dan memelihara tanah, bumi, dan air. Karunia besar Allah ini telah sedikit demi sedikit dirusak oleh tangan manusia karena keserakahan. Bila terus berlanjut, tanah dan air bagi anak cucu kita akan lenyap dan yang tersisa adalah pasir dan batu.yang tak bisa menghidupi.

Tanah Air dalam bahasa kita juga disebut sebagai Tumpah Darah. Maksudnya, bangsa ini berhasil mendirikan negara tidak dengan bermalas malas tetapi dengan perjuangan dan pengorbanan luar biasa, termasuk nyawa para pahlawan. Negeri ini menjadi besar karena kebesaran jiwa para pendahulu kita yang mewujudkan kesatuan dan persatuan manusia dari berbagai suku, agama, ras, dan bahasa. Tidak ada satu bagian dari bangsa ini yang berhak mengatakan bahwa dia lebih utama dari yang lain.

Negara bangsa belum ada pada masa hidup Rasulullah SAW. Quran pun tidak pernah menyebutnya. Namun ada kata umat atau dalam bahasa aslinya ummah, dan disebut dalam kitab suci kita lebih dari 60 kali. Umat dalam bahasa Al-Quran lebih berarti sebagai kelompok dengan kesamaan  keyakinan keagamaan. Umat Muhammad, umat Musa, umat Isa dan seterusnya. Allah juga menyebut mengirim nabi bagi setiap umat. Setiap umat ada saat lahirnya dan waktu berakhirnya, kecuali umat Muhammad yang buku sucinya dijamin Allah akan terus berada sebagaimana aslinya sampai akhir zaman.

Umat berbeda dengan rakyat, penduduk, atau warga negara. Umat Islam adalah keseluruhan penganut ajaran Islam dan pengikut  Nabi terakhir Muhammad SAW. Umat Muhammad dinyatakan Allah sebagai umat terbaik dan umat tengah. Terbaik dalam arti menyebarkan yang ma’ruf dan mencegah yang munkar, dan tengah dalam arti umat yang tidak ekstrim dalam perilaku dan sikapnya. Lalu dimana letak tanah air umat Islam?

Hadis masyhur mengatakan bahwa bumi (tanah) ini ‘diciptakan untukku (Muhammad) sebagai masjid dan suci’. Masjid adalah tempat bersujud. Karenanya Allah menggelar bumi dan tanah yang suci sepenuhnya bagi beribadah dalam arti luas. Dimanapun Muslim berada dan tinggal, disitulah tanah airnya. Muslim diperintahkan untuk mewujudkan kehidupan yang baik dimanapun mereka berada. Muslim juga diminta untuk taat kepada waliy al-amr atau pemerintah yang adil setelah ketaatannya kepada Allah dan Rasulnya. Muslim juga diharapkan sebagai patriot pembela negara dari rongrongan  musuh dan pengacau dimanapun dia bermukim.

Meski hadis ‘cinta tanah air adalah bagian dari iman’ dianggap sebagian ulama sebagai hadis maudhu’, namun maknanya tidak bertentangan dengan berbagai riwayat yang mengisahkan kecintaan Nabi kepada kota Madinah. Cinta tanah air tidak harus diartikan sebagai rasa nasionalisme yang berlebihan dengan membanggakan superioritas bangsanya terhadap bangsa lain. Cinta tanah air adalah sikap positif untuk membangun negerinya dengan rasa kasih sayang bagi kesejahteraan dan keadilan bersama. Sebaliknya, bila rasa cinta tanah air itu tak dimiliki, maka yang tersisa adalah ketidakpedulian dan bahkan kecenderungan untuk merusak tatanan yang sudah baik.

Islam tidak merinci bentuk apa dan sistem mana yang harus diterapkan dalam bernegara dan bertanah air. Sistem khilafah bukanlah perintah Allah atau Nabi dan hanya merupakan inovasi pewaris Islam sepeninggal Nabi. Nabi juga tidak pernah menginstruksikan dibentuknya pemerintahan sedunia. Islam hanya mengatur  perangkat moral yang harus dijunjung tinggi dalam mengatur kebersamaan umat. Khilafah dalam sejarah yang ujungnya melahirkan dinasti dan tirani kekuasaan, pada akhirnya runtuh pada tahun 1924 dengan jatuhnya kekhalifahan Ottoman.

Tanah air adalah tempat sebagian besar kita dilahirkan, dibesarkan, dan mungkin pula berakhirnya hidup kita. Bagaimana hubungan antara ummah dan tanah air? Umat Islam mempunyai hak dan memikul kewajiban yang tidak lebih dan tidak kurang dari hak dan kewajiban umat lain. Umat Islam harus taat kepada aturan main dan konstitusi yang telah disepakati bersama. Justru sebagai negeri dengan penduduk Muslim terbesar di dunia dan mayoritas di negeri sendiri, umat Islam di negeri kita dituntut untuk menunjukkan kebesaran jiwa dalam melindungi kelompok minoritas dan memberikan contoh kepada dunia bahwa Islam adalah agama yang menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi rasa kemanusiaan terhadap sesama.
Wallahu a’lam

 

 

 

AT -12012018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *