Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 28 December 2017

HIKMAH – Racun Pikiran vs Kasih Sayang dan Perhatian


HIKMAH – Racun Pikiran vs Kasih Sayang dan Perhatian

islamindonesia.id Racun Pikiran vs Kasih Sayang dan Perhatian

 

Seorang gadis manja baru saja menikah dengan pemuda idamannya, dan tinggal serumah dengan ibu mertua yang menurutnya tidak menyenangi dirinya. Apapun yang dilakukannya selalu salah di mata sang ibu mertua. Nasihat dari ibu mertua ibarat hidangan sehari-hari yang membuatnya geram dan membencinya.

Ingin masalahnya tuntas, dia pun mendatangi pamannya yang seorang tukang obat untuk minta racun demi membalas dendam kepada ibu mertuanya.

Pamannya yang sejak lama kenal tabiat si gadis, dengan tersenyum menyanggupi permintaan sang keponakan untuk membunuh ibu mertuanya dengan beberapa syarat untuk menghindari kecurigaan. Pertama, racun yang diberikan adalah racun yang baru dapat membunuh setelah diminum dalam jangka waktu lama. Karena itu, racun mesti dicampur sedikit demi sedikit dalam makanan. Kedua, si menantu harus memasak sendiri makanan untuk sang mertua, yakni makanan yang enak enak. Ketiga, si menantu harus melayani langsung ibu mertuanya dengan penuh perhatian dan rasa cinta, dan jangan pernah mendebatnya.

Setelah berjalan lama sekitar 4 bulan mulai ada perubahan pada diri mertuanya. Mertuanya mulai timbul rasa sayang kepada menantunya atas perhatian dan cinta kasih yang dicurahkan terhadap dirinya. Bahkan kepada teman-teman arisannya dia mulai menceritakan betapa beruntungnya dia mempunyai menantu yang baik, penuh perhatian dan cinta kasih.

Si menantu juga merasakan perubahan mertuanya yang mulai menyayangi dirinya sehingga dia merasa berdosa telah membubuhkan racun pada makanannya.

Dia tidak ingin mertuanya meninggal akibat racun itu. Diapun segera pergi ke tempat pamannya untuk minta penawar.

Pamannya, lagi-lagi dengan tersenyum berkata kepadanya, “Anakku, jangan khawatir. Ibu mertuamu tidak akan meninggal dunia karena yang paman berikan kepadamu hanya vitamin. Racun sebetulnya ada pada pikiran dan sikapmu sendiri kepada ibu mertuamu. Sekarang racun itu sudah sirna berkat kasih sayang dan perhatianmu kepada ibu mertuamu.”

Begitulah kasih sayang dan perhatian mendatangkan kedamaian dan melebur kebencian dan perbedaan menjadi sesuatu yang menyenangkan. Bila setiap hari kita bisa memberikan perhatian dan cinta kasih kepada orang-orang di sekeliling kita maka hidup ini akan terasa bahagia dan bermakna.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *