Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 28 January 2018

HIKMAH – Nasihat Pilihan Muqatil bin Sulaiman


HIKMAH – Nasihat Pilihan Muqatil bin Sulaiman

islamindonesia.id – Nasihat Pilihan Muqatil bin Sulaiman

 

Ahli tafsir Muqatil bin Sulaiman masuk menemui Al-Manshur di hari ia dibai’at menjadi khalifah. Lalu terjadi dialog di antara mereka berdua:

Al Manshur: Berilah aku nasihat wahai Muqatil!

Muqatil: Apakah aku mesti memberi tuan nasihat sesuai yang aku lihat atau yang aku dengar?

Al Manshur: Sesuai apa yang kamu lihat.

Muqatil: Wahai Amirul Mukminin! Sesunggunya Umar bin Abdul Aziz mempunyai 11 orang anak. Ketika beliau wafat, dia hanya meninggalkan harta sebanyak 18 dinar. 5 Dinar digunakan untuk membeli kafan dan biaya penyelenggaraan jenazahnya. 4 dinar untuk membeli sebidang tanah untuk kuburannya. Selebihnya dibagikan kepada 11 orang anaknya.

Sementara Hisyam bin Abdul Malik juga mempunyai 11 orang anak. Setelah ia wafat, masing-masing anak mendapatkan warisan 1 juta dinar.

Demi Allah…. wahai Amirul Mukminin; Aku menyaksikan pada hari yang sama, salah seorang anak Umar bin Abdul Aziz menyedekahkan 100 ekor kuda untuk berjihad di jalan Allah, dan salah seorang anak Hisyam bin Abdul Malik minta-minta jadi pengemis di tengah pasar.

Ada yang sempat bertanya kepada Umar bin Abdul Aziz ketika beliau sudah berada di ambang sakaratul maut: “Apa yang Anda tinggalkan untuk anak-anakmu wahai Umar?

Beliau menjawab: “Aku tinggalkan untuk mereka ketakwaan kepada Allah. Jika mereka shaleh, maka Allah yang akan menjadi pembela orang-orang shaleh. Tapi jika mereka tidak demikian, maka aku tidak akan mewariskan untuk mereka harta yang akan membantu mereka bermaksiat kepada Allah.”

Hikmah apa yang dapat kita petik dari kisah singkat di atas?

Kebanyakan manusia berusaha, memeras keringat, membanting tulang dan bersusah payah demi kesejahterahan masa depan anak-anaknya. Mereka mengira bahwa adanya harta di tangan menjadi jaminan keamanan masa depannya.

Namun sayangnya, mereka lalai untuk mengusahakan keamanan yang lebih besar, sebagaimana yang disebutkan Allah dalam kitab-Nya, “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahterahan mereka. Oleh karena itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS. An-Nisa’: 9)

[Baca: KISAH – Khalifah Al-Mansur dan Lalat ‘Sialan’]

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *