Satu Islam Untuk Semua

Monday, 10 April 2017

HIKMAH – Melihat Diri Sendiri Dari Yang Dicintai


kisah-pemburu-cinta

Islamindonesia.id – HIKMAH – Melihat Diri Sendiri Dari  Yang Dicintai

 

Kecintaan dan kebencian adalah pantulan diri kita. Kalau orang mencintai selebritis, maka jiwanya suka dengan ketenaran meski dia membantah secara lisan.

Kalau ada orang yang begitu mengagumi musisi, maka niscaya hatinya penuh dengan melodi. Orang yang mencintai pelukis juga tentu suka dengan gambar, lukisan dan keindahan-keindahan yang terpancar darinya.

Orang yang terpesona tentang sosok yang kaya pasti juga di dalam hatinya membuncah angan-angan tentang harta yang berlimpah.

Demikian pula orang yang mencintai Al-Qur’an dengan sempurna, lahir dan batinnya, suara dan maknanya, maka jiwanya otomatis terpenuhi dengan keindahan dan keluasan yang terkandung di dalamnya.

Sebaliknya, orang yang membenci zikir tentu karena jiwanya penuh kelalaian dan kegelisahan. Dan akhirnya, jika hati kita dipenuhi dengan kecintaan kepada seseorang, maka nilai kita sebanding dengan orang itu.

Inilah yang secara umum disebut dengan daya pikat. Dan secara teori, daya ini bekerja dari dua arah. Tidaklah mungkin daya ini dapat berfungsi searah, sedemikian sehingga jika salah satunya menolak, maka yang lain pun akan menjauh. Sebaliknya, jika keduanya saling menarik dan memikat, maka di situlah cinta bersemi.

Dalam kaitan ini, Rasulullah bersabda:
“انت مع من احببت يوم القيامة”
Artinya, di hari Kiamat, yakni hari ketika semua tabir fisik dan rahasia di balik kejadian diungkapkan, kita akan bersama dengan orang yang kita cintai.

Mengapa? Karena orang yang kita cintai adalah cermin diri kita sendiri. Baginda

Nabi juga pernah bersabda:
من جالس جانس
“Teman duduk kita adalah sejenis kita.” Maksudnya, teman-teman di sekeliling kita adalah pantulan dari hakikat kita sendiri.

Beliau juga bersabda:

المؤمن مرأة المؤمن

“Seorang mukmin adalah cermin dari mukmin lainnya.” Alhadis. Artinya dia melihat keadaan dirinya dari keadaan sesama Mukmin; bersedih karena kesedihannya dan bergembira karena kegembiraannya.

Sayidina Ali bin Abi Thalib berkata:
من كان همّه في بطنه كان قيمته ما خرج منه
“Siapa yang pikirannya tertuju pada perutnya, maka nilainya sama dengan apa yang keluar darinya.”

Ucapan ini secara tegas melukiskan hubungan timbal-balik antara yang kita pikirkan dan kita cintai dengan hakikat diri kita. Dalam perkataan lain, Sayidina Ali bin

Abi Thalib a.s. menyatakan:
انّ الطيور على اشباهها تقع
“Burung hanya berkawan dengan sejenisnya.”

Prinsip atraksi (daya pikat atau daya tarik) antar benda-benda yang serupa telah terbukti secara ilmiah dan filosofis. Atraksi antar dua benda berfungsi untuk memperkukuh masing-masing menuju titik yang sama. Dalam semua bidang kehidupan, kita telah menemukan gejala-gejala yang selaras dengan prinsip atraksi ini.

Karenanya, manakala Allah menyuruh kita untuk mencintai dan mengikuti Rasulullah (QS. 3: 31), maka patutlah kita menyadari bahwa semua itu karena Allah ingin menyempurnakan manusia. Dengan cara itu, Allah mengharapkan agar hati kita terpaut dan terhiasi dengan cahaya kesucian, bukan dengan hal-hal duniawi yang serbasemu.

Kecintaan kita kepada Baginda Nabi yang merupakan pelita yang terang dan menerangi (sirâjan munîran, QS. 33: 46) serta utusan yang bertugas untuk menyucikan umat manusia (QS. 2: 151) berfungsi untuk membuka hati kita terhadap segenap kesempurnaan dan cahaya kesucian yang beliau bawakan.

Dengan mencintai sesuatu atau seseorang berarti kita telah menghadirkan dan menghidupkan objek cinta itu dalam jiwa dan perilaku kita.

Allah berfirman, “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah teladan yang baik bagi kalian, (yakni) bagi orang yang mengharapkan Allah dan hari akhir dan banyak menyebut Allah.” (QS. 33: 21)

Kesempurnaan Rasulullah merupakan rahmat bagi alam semesta (QS 21: 107), terutama manusia, agar setiap hati manusia terpatri dan tersangkut ke puncak-puncak kesempurnaan yang tinggi.

 

AJ/Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *