Satu Islam Untuk Semua

Friday, 23 March 2018

HIKMAH – Makna Tawadhu Menurut Manusia-Manusia Pilihan Tuhan


HIKMAH – Makna Tawadhu Menurut Manusia-Manusia Pilihan Tuhan

islamindonesia.id – Makna Tawadhu Menurut Manusia-Manusia Pilihan Tuhan

 

Alkisah, suatu hari Nabi Isa as berkata kepada Hawariyyun atau para pengikutnya, “Aku punya sebuah permintaan, jika kalian berjanji memenuhinya, maka permintaanku akan aku utarakan.”

Hawariyyun menimpali, “Apapun yang Anda perintahkan, akan kami laksanakan.”

Kemudian Nabi Isa as berdiri dan mencuci kaki-kaki mereka satu persatu. Para pengikut beliau merasa malu dan tak enak hati. Namun karena sudah berjanji permintaan Nabi harus mereka penuhi, maka mereka berserah diri.

Ketika telah selesai, Hawariyyun berkata, “Anda adalah guru kami, seharusnya kamilah yang mencuci kaki Anda, bukan sebaliknya Anda mencuci kaki kami.”

Nabi Isa as menjawab, “Tindakan ini kulakukan agar kalian mengerti, bahwa yang paling patut mengabdi kepada rakyat adalah orang alim. Tindakan ini, kulakukan supaya aku bisa tawadhu dan memberi pelajaran tawadhu kepada kalian. Sesudahku kalian akan menjadi pengajar dan pemberi petunjuk bagi orang-orang. Gunakanlah sikap tawadhu. Ketahuilah, pada dasarnya hikmah itu tumbuh di tanah tawadhu dan bukan dengan kesombongan. Sebagaimana halnya tetumbuhan, tumbuh di tanah lembut dan padang luas, bukan di bukit bebatuan.”

Sementara riwayat lain tentang buah atau hasil dari tawadhu, Imam Ali bin Abi Thalib berkata, “Buah tawadhu adalah cinta, dan buah kesombongan adalah permusuhan.”

Beliau juga berkata, “Tawadhu akan melahirkan keselamatan dan memberikan pakaian kewibawaan.”

Sedangkan Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah Swt menurunkan wahyu kepadaku, bahwa hendaklah kalian bertawadhu sehingga tidak ada orang yang membanggakan diri kepada yang lain dan menyakiti mereka.”

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *