Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 07 October 2017

HIKMAH – Jangan Pernah Berkata Aku Lebih Baik Daripada Kalian


HIKMAH – Jangan Pernah Berkata Aku Lebih Baik Daripada Kalian

islamindonesia.id – Jangan Pernah Berkata Aku Lebih Baik Daripada Kalian

 

Alkisah, suatu hari di tepi sungai Dajlah, Hasan al-Basri melihat seorang pemuda duduk berduaan dengan seorang wanita. Di sisi mereka terletak sebuah botol arak.

Melihat pemandangan di depannya, Hasan berbisik dalam hati: “Alangkah buruk akhlak pemuda itu dan alangkah baiknya kalau dia seperti aku!”

Tak lama kemudian, Hasan melihat sebuah perahu yang nyaris tenggelam di sungai tersebut. Pemuda yang duduk di tepi sungai tadi langsung terjun menolong penumpang perahu yang hampir lemas. Enam dari tujuh penumpang itu pun berhasil diselamatkan.

Kemudian dia berpaling ke arah Hasan al-Basri dan berkata, “Jika engkau memang lebih mulia daripadaku, maka dengan nama Allah, tolong bantu selamatkan seorang lagi yang belum sempat kutolong. Kuminta engkau untuk menyelamatkan satu orang saja, sedang aku telah menyelamatkan enam orang.”

Selain kaget karena pemuda itu ternyata tahu isi hatinya, Hasan al-Basri juga gagal menyelamatkan penumpang perahu yang hanya seorang itu. Maka lelaki itu berkata padanya, “Tuan, sebenarnya wanita yang duduk di sampingku ini adalah ibuku sendiri, sedangkan botol itu hanya berisi air biasa, bukan anggur atau arak.”

Hasan al-Basri tertegun lalu berkata, “Kalau begitu, sebagaimana engkau telah menyelamatkan enam orang tadi dari bahaya tenggelam ke dalam sungai, maka selamatkanlah saya dari tenggelam dalam sifat kebanggaan dan kesombongan.”

Pemuda itu menjawab, “Mudah mudahan Allah mengabulkan permohonan Tuan.”

Semenjak itu, Hasan al Basri semakin tunduk dan selalu merendahkan hatinya bahkan ia menganggap dirinya sebagai makhluk yang tidak lebih baik daripada orang lain.

Dari sepenggal kisah di atas, pelajaran apa yang bisa kita petik?

Jika Allah membukakan pintu kemudahan bagi kita untuk shalat tahajud, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang sedang tertidur nyenyak.

Jika Allah membukakan pintu kemudahan bagi kita untuk mengamalkan puasa sunnah, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang tidak berpuasa sebagaimana kita.

Sangat mungkin orang lain itu lebih dekat dengan Allah, daripada diri kita, tanpa kita tahu. Ketahuilah bahwa ilmu Allah amatlah luas. Maka jangan pernah taassub dan sombong pada amalanmu.

Sadarlah, meski sehebat apapun dirimu, jangan pernah berkata, “Aku lebih baik daripada kalian.”

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *