Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 31 December 2017

HIKMAH  – Jangan Alergi Dukacita, Kenali Saja Manfaatnya


HIKMAH  – Jangan Alergi Dukacita, Kenali Saja Manfaatnya

islamindonesia.id – Jangan Alergi Dukacita, Kenali Saja Manfaatnya

 

Karena pada dasarnya setiap manusia menginginkan kebahagiaan dalam hidupnya, maka mereka tanpa sadar kerap menolak penderitaan, kedukaan atau kekecewaan. Manusia lain di sekeliling kita pun pada umumnya akan merasa iba atau kasihan apabila kita mengalami kedukaan, misalnya saat kita kehilangan orang yang kita cintai.

Namun kadang ada juga yang mengejek “hanya begitu saja kok nangis” bahkan sering juga kita mendengar keprihatinan yang dangkal, “dimana imanmu? hanya masalah begini saja sudah tidak kuat”.

Akibatnya, kita enggan kelihatan sedih dan berpura-pura bahwa semua baik-baik saja. Kita takut dianggap sebagai orang yang lemah atau kurang beriman.

Tetapi, apabila kita memahami, sesungguhnya kekecewaan dan bahkan dukacita membawa begitu banyak manfaat dalam hidup kita.

Setiap masalah, termasuk dukacita, bukanlah semata-mata kelemahan seperti anggapan banyak orang, namun bisa menjadi kekuatan.

Apa saja manfaat duka cita bagi kehidupan kita? Berikut ini empat di antaranya.

Pertama, dukacita membuat kita lebih sadar terhadap peristiwa-peristiwa di sekitar kita. Ada nasihat bijak ‘lebih baik ke rumah duka daripada ke rumah pesta’.

Melihat orang yang berdukacita membantu kita mengalirkan energi empati kepada orang lain. Kita menjadi peduli kepada orang lain. Lain halnya kalau kita berada di rumah pesta, kita biasanya cenderung memikirkan kesenangan diri sendiri.

Kedua, pengalaman dukacita dan kecewa membuat kebahagiaan kita menjadi sempurna dan utuh. Ada waktu untuk berduka, ada waktu untuk bersuka. Segala sesuatu ada waktunya. Dukacita dan sukacita seperti dua sisi mata uang. Hidup baru bernilai jika kita mengalami suka dan duka secara berimbang.

Ketiga, pengalaman duka cita membuat kita bisa berempati kepada orang lain. Empati sesungguhnya adalah modal dasar kita untuk menghibur orang lain.

Keempat, pengalaman dukacita dan kesulitan sering mendidik kita pada jalan kebenaran. Disiplin atau ajaran baik awalnya memang mendatangkan duka atau kesulitan namun akhirnya membuahkan damai. Dukacita dan kesulitan juga sering membantu kita untuk mengingat Tuhan serta hal-hal kekekalan.

***

Begitulah manfaat dukacita. Karenanya, tak perlu takut menghadapi kedukaan maupun penderitaan. Dukacita dan sukacita merupakan dua sisi nyata kehidupan, yang senantiasa ada dan mesti kita terima dan bahkan patut kita syukuri adanya.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *