Satu Islam Untuk Semua

Wednesday, 04 October 2017

HIKMAH  – Dialog Antara Profesor Atheis dan Mahasiswa Ilmu Fisika


HIKMAH  – Dialog Antara Profesor Atheis dan Mahasiswa Ilmu Fisika

islamindonesia.id – Dialog Antara Profesor Atheis dan Mahasiswa Ilmu Fisika

 

Alkisah, seorang profesor Atheis terlibat perbincangan dalam sebuah kelas fisika.

Profesor: “Apa memang benar, Allah menciptakan segala yang ada?”

Para mahasiswa: “Betul! Dia pencipta segalanya.”

Profesor: “Jika Allah menciptakan segalanya, berarti Allah juga menciptakan kejahatan.”

(Semua terdiam dan agak kesulitan menjawab hipotesis profesor itu).

Tiba-tiba suara seorang mahasiswa memecah kesunyian.

Mahasiswa: “Maaf, Prof. Saya ingin bertanya. Apakah dingin itu ada?”

Profesor: “Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada.”

Mahasiswa: “Prof, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin sebenarnya adalah ketiadaan panas. Suhu -460 derajat Fahrenheit adalah ketiadaan panas sama sekali. Semua partikel menjadi diam. Tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata ‘dingin’ untuk mengungkapkan ketiadaan panas. Selanjutnya, apakah gelap itu ada?”

Profesor: “Tentu saja ada!”

Mahasiswa: “Anda salah lagi Prof. Gelap juga tidak ada. Gelap adalah keadaan tiada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari. Sedangkan gelap tidak bisa. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk mengurai cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari panjang gelombang setiap warna. Tapi, Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur melalui berapa besar intensitas cahaya di ruangan itu. Kata ‘gelap’ dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan cahaya. Jadi, apakah kejahatan kemaksiatan itu ada?”

Profesor mulai bimbang tapi menjawab juga: “Tentu saja ada.”

Mahasiswa: “Sekali lagi, Anda salah Prof. Kejahatan itu tidak ada. Allah tidak menciptakan kejahatan atau kemaksiatan. Seperti dingin dan gelap juga. Kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan Allah dalam dirinya. Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Allah dalam hati manusia.”

Profesor pun terpaku dan terdiam.

***

Dosa terjadi karena manusia lupa menghadirkan Allah dalam hatinya. Hadirkan Allah dalam hati kita setiap saat, maka akan selamatlah kita. Itulah yang disebut iman. Sesungguhnya dosa itu lahir saat iman tidak hadir dalam hati kita. Wallahu ‘a’lam.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *