Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 31 May 2016

HIKMAH–10 Sifat Teladan Anjing


ulama-indonesia-yang-menjadi-imam-masjidilharam-bagian-2-habis-Fr8

Islamindonesia.id–10 Sifat Teladan Anjing

Imam Nawawi Al-Bantani, seorang ulama besar asal Banten yang karyanya tersebar ke seluruh pelosok dunia pernah mengemukakan hikmah keteladanan anjing dalam salah satu karyanya yang sering dibaca di pesantren-pesantren Nusantara sebagai berikut:

فى الكلب عشر حصال محمودة ينبغى للمؤمن ان لا يخلومنها:

اولها : لايزال جائعا. وهده صفات الصالحين.

الثانية : لاينام من الليل الا قليلا. وهده من صفات المتهجدين.

الثالثة : لو طرد فى اليوم الف مرة ما برح عن باب سيده. وهده من علامات الصادقين.

الرابعة : ادا مات لم يخلف ميراثا. وهده من علامات الزاهدين.

الخامسة : ان يقنع من الارض بادنى موضع. وهده من علامات الراضين.

السادسة : ان ينظر الى كل من يرى حتى يطرح له لقمة. وهده من اخلاق المساكين.

السابعة : انه لو طرد وحثى عليه التراب فلا يغضب ولايحقد. وهده من اخلاق العاشقين.

الثامنة : ادا غلب على موضعه يتركه ويدهب الى غيره. وهده من افعال الحامدين.

التاسعة : ادا اجدى له اى اعطي له لقمة اكلها وبات عليها. وهده من علامات القانعين.

العاشرة : انه ادا سافرمن بلد الى غيرها لم يتزود. وهده من علامات المتوكلين.

 

Artinya: di dalam diri seekor anjing terdapat 10 (sepuluh) sifat teladan yang diantaranya patut dimiliki oleh setiap insan yang beriman, yakni :

Pertama: Anning gemar mengosongkan perut. Inilah salah satu sifat orang yang sholeh. Orang sholeh harusnya lebih banyak menahan lapar / berpuasa.

Kedua: Ia tidak tidur di malam hari kecuali sedikit saja. Inilah sifat dari orang-orang yang ahli tahajud.

Ketiga: Kalaupun sehari diusir seribu kali, anjing tidak akan hengkang dari pintu rumah tuannya. Inilah salah satu sifat orang shidik (sangat setia).

Keempat: Bila mati, ia pantang meninggalkan warisan yang berlebihan. Inilah sifat orang-orang zuhud.

Kelima: Ia selalu merasa puas meski menempati bumi di tempat yang paling hina sekalipun. Inilah salah satu tanda dari orang-orang yang ridho terhadap ketentuan Allah.

Keenam: Ia memandangi orang yang memandanginya sampai dilemparkan kepadanya sesuap makanan. Inilah sifat orang yang sabar dalam menunggu rizki.

Ketujuh: Kalaupun diusir dan ditaburi debu, ia tak akan marah dan mendendam tuannya. Inilah salah satu akhlak orang-orang yang asyik (rindu bertemu tuannya).

Kedelapan: Jika tempatnya ditempati oleh orang lain, ia rela menyingkir ke tempat yang lain. Inilai sebagian tindakan orang-orang yang terpuji.

Kesembilan: Bila diberi makanan sebesar apapun, ia rela menerimanya. Inilah salah satu akhlak orang-orang yang qona’ah (merasa cukup dengan yang ada/didapatkan).

Kesepuluh: Bila bepergian dari satu tempat ke tempat yang lain, ia tidak pernah membawa bekal yang berlebihan. Bekalnya hanya secukupnya. Inilah ciri-ciri orang yang tawakal kepada Allah

Itulah ke 10 (sepuluh) Keteladanan yang kita dapat pelajari dan amalkan dari seekor anjing menurut Imam Nawawi Al-Bantani.[]

 

AJ/IslamIndonesia/Sumber: “Syarhu Kaasyifatus Saja ’alaa Safiinatin Najaah Fii Ushuuulid Dinii Walfiqhi”, halaman 42, sub pembahasan Hikmah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *