Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 10 September 2017

Doa Kuat Tanggung Beban Hidup dan Selamat dari Bahaya  


Doa Kuat Tanggung Beban Hidup dan Selamat dari Bahaya

islamindonesia.id – Doa Kuat Tanggung Beban Hidup dan Selamat dari Bahaya

 

Doa memohon kekuatan dalam menanggung beratnya beban kehidupan.

Alur kehidupan selalu berubah. Ada kalanya terasa ringan, namun tidak jarang terasa berat. Dalam satu waktu, ada saatnya manusia mendapat masalah yang bertubi-tubi. Berusaha menyelesaikan, justru datang masalah lain yang semakin memberatkan.

Dalam kondisi seperti itu, seorang Muslim dituntut untuk memohon keringanan kepada Allah SWT. Saat menghadapi beratnya beban hidup, dianjurkan untuk bersabar dan memanjatkan doa yang terkandung dalam Surah Al Baqarah ayat 286 ini.

“Rabbanaa laa tu’aakhidznaa in nasiinaa au akhtha’naa. Rabbanaa wa laa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahuu ‘alaa alladziina min qablina. Rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thaa qatalanaa bihi. Wa’fu’annaa, waghfirlanaa, warhamnaa, anta maulaanaa fanshurnaa ‘alaa al-qaumi al-kaafiriin.”

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat, sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”

Doa memohon keselamatan dan terhindar dari ancaman bahaya.

Bahaya dapat muncul kapan saja dan di mana saja. Bahaya juga dapat melanda setiap orang. Bagi Muslim, ancaman hal-hal yang berbahaya dapat terjadi di mana saja. Datangnya pun tidak dapat diperkirakan.

Untuk menghindari bahaya, seorang Muslim dianjurkan memohon keselamatan kepada Allah SWT. Terdapat beberapa doa yang dianjurkan dibaca untuk memohon keselamatan. Doa ini dianjurkan dibaca setelah salat fardhu. Berupa rangkaian yang terdiri dari empat kalimat doa, berikut lafal rangkaian doa tersebut.

“Allahumma innaa nas aluka salaamatan fid diini wa ‘aafiyatan fil jasadi wa ziyaatadatan fil ‘ilmi wa barakatan fir rizqi wa taubatan qablal mauti wa rahmatan ‘indal mauti wa maghfirotan ba’dal mauti,”

“Allahumma hawwin ‘alainaa fii sakaratil mauti wannajaata minan naari wal ‘afwa ‘indal hisaabi,”

“Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wahab lanaa mil ladunka rahmah innaka antal wahhab,”

“Rabbanaa aatina fiddunnyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah waqinaa ‘adzaa bannaar.”

“Ya Allah kami memohon kepadaMu keselamatan dalam agama, dan kesejahteraan/kesegaran pada tubuh dan penambahan ilmu, dan keberkahan rezeki, serta taubat sebelum mati dan rahmat di waktu mati, dan keampunan sesudah mati,”

“Ya Allah, mudahkanlah kami saat pencabutan nyawa, selamat dari api neraka dan mendapat kemaafan ketika amal diperhitungkan,”

“Ya Allah, janganlah Kau goyahkan hati kami setelah Kau beri petunjuk dan berilah kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi,”

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka.”

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *