Satu Islam Untuk Semua

Friday, 07 September 2018

Berguru kepada Lebah, Hewan Istimewa dalam Islam


Berguru kepada Lebah, Hewan Istimewa dalam Islam

islamindonesia.id – Berguru kepada Lebah, Hewan Istimewa dalam Islam

 

Lebah merupakan hewan yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Lebah bahkan disebut beberapa kali dalam Al-Quran, juga dalam hadis.

Beberapa di antaranya seperti dalam Surah An-Nahl ayat 69. Bahkan, nama surah An Nahl sendiri bermakna lebah.

Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu), dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.

Mengapa lebah begitu istimewa dalam Islam?

Dalam hadis riwayat Ahmad disebutkan beberapa sifat lebah yang dapat dicontoh oleh seorang Muslim.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya perumpamaan seorang Mukmin seperti lebah. Dia memakan yang baik dan mengeluarkan yang baik, hinggap namun tidak memecah dan merusak.”

Sifat-sifat tersebut, sebagaimana disebutkan Rasulullah Muhammad SAW dalam hadis di atas yaitu lebah hinggap di tempat yang bersih dan menyerap zat yang bersih. Lebah adalah hewan yang sangat memilih tempat seperti bunga-bunga untuk mendapatkan bahan baku madu.

Sifat ini berbeda jauh dengan lalat. Kita mungkin begitu mudah menemukan lalat hinggap di tempat-tempat kotor.

Sifat berikutnya yaitu menghasilkan yang bersih. Lebah memproduksi madu yang berkhasiat untuk kesehatan.

Madu sebenarnya merupakan makanan bagi larva lebah. Meski demikian, madu juga memberikan manfaat bagi makhluk lain termasuk manusia. Artinya, kebaikan yang dihasilkan lebah tidak hanya bermanfaat bagi lebah sendiri, melainkan bagi yang lainnya.

Sifat ketiga, lebah tidak pernah merusak. Setiap kali hinggap, lebah tidak pernah merusak tempat yang dia hinggapi. Dia hanya mengambil yang diperlukan, malah membuat tanaman yang dihinggapi subur.

Sifat selanjutnya yaitu tidak pernah melukai kecuali diganggu.

Lebah tidak pernah memulai untuk menyerang. Ia akan menyerang hanya manakala merasa tergangggu atau terancam. Dan untuk mempertahankan kehormatan umat lebah itu, mereka rela mati dengan melepas sengatnya di tubuh pihak yang diserang. Sifat ini pun setidaknya perlu dimiliki oleh seorang Mukmin.

Itulah beberapa karakter lebah yang patut ditiru oleh orang-orang Mukmin.

Sungguh, tidaklah sia-sia Allah SWT menyebut dan mengabadikan binatang kecil itu dalam Al-Quran sebagai salah satu nama surah, yaitu An-Nahl.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *