Satu Islam Untuk Semua

Monday, 15 October 2018

Tiga Nasihat Utama Sunan Kalijaga Lewat Lidah Semar


Tiga Nasihat Utama Sunan Kalijaga Lewat Lidah Semar

islamindonesia.id – Tiga Nasihat Utama Sunan Kalijaga Lewat Lidah Semar

 

Pada masa Sunan Kalijaga, masyarakat Jawa pada umumnya sudah tak asing dengan beragam piwulang berisi nasihat tentang bagaimana seharusnya manusia Jawa sejati sekaligus Muslim melakoni kehidupan. Di antara nasihat itu, setidaknya ada tiga nasihat yang utama, yaitu:

  1. Ojo ngaku pinter yen durung biso nggoleki lupute awake dhewe (Jangan mengaku pintar kalau belum bisa mencari kesalahan diri sendiri).
  1. Ojo ngaku unggul yen ijeh seneng ngasorake wong liyo (Jangan mengaku unggul kalau masih senang merendahkan orang lain).
  1. Ojo ngaku suci yen durung biso manunggal ing Gusti (Jangan mengaku suci kalau belum bisa menyatu di dalam Gusti).

Semar sesungguhnya sudah dikenal masyarakat Jawa jauh sebelum Kanjeng Sunan Kalijaga lahir. Nama Semar sendiri bisa ditemukan misalnya dalam kakawin Siwa-Sogata Sanghyang Nawaruci dan relief Sudamala di Candi Sukuh.

Sosok Semar dipahami sebagai prototipe manusia Jawa sejati, pribadi paripurna yang telah menemukan jati dirinya.

Manusia Jawa sejati adalah ia yang senantiasa sadar diri, tahu diri, “sumeleh ing pamikir” (bersikap rendah hati dalam berpikir) dan “sumarah ing karep” (memasrahkan seluruh keinginan pada kehendak Gusti).

Kata “Jawa” sendiri oleh para leluhur dimaknai sebagai keadaan sadar, mengerti, eling, dan waspada. Meskipun seseorang merupakan keturunan Jawa, tetapi jika belum sadar diri dan tahu diri, oleh leluhur ia disebut “ora njawa”.

Sebaliknya, meskipun seseorang bukan keturunan Jawa, tetapi jika senantiasa sadar diri dan tahu diri, ia disebut “njawa”. Itu sebabnya, kendati keturunan Arab, Syekh Siti Jenar sangat dimuliakan di tanah Jawa sebab beliau adalah sosok yang telah menemukan jati dirinya.

Melalui lakon Semar inilah dalam kesenian wayang, Kanjeng Sunan Kalijaga, Sang Guru Agung Tanah Jawa, membabar ajaran manusia Jawa sejati.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *