Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 31 January 2019

Pesan Paku Alam II untuk Ulama dalam Kitab Serat Sandiwanito


Pesan Paku Alam II untuk Ulama dalam Kitab Serat Sandiwanito

islamindonesia.id – Pesan Paku Alam II untuk Ulama dalam Kitab Serat Sandiwanito

 

Raden Tumenggung Natadiningrat atau Paku Alam II sempat menyelipkan bait pengingat untuk para ulama di pulau Jawa. Pesan itu tertulis dalam kitabnya berjudul Serat Sandiwanito. Pada dasarnya kitab tersebut berisi ajaran tentang cara memilih perempuan untuk dijadikan pasangan hidup melalui kepribadian dan fisik.

Ada beberapa kawit dalam Serat Sandiwanito, yang merupakan Suluk yaitu bait-bait yang bernafaskan ajaran Islam. Sehubungan Paku alam II merupakan seorang Muslim.

Dalam kawit Dandanggulo bait ke-16, Paku Alam II mengingatkan ulama untuk bersabar saat menghadapi permasalahan. Ulama diharapkan melakukan introspeksi ketika masalah datang. Selain itu ulama juga diingatkan untuk memperjelas tujuannya sebagai orang yang banyak mengetahui ilmu agama untuk disampaikan pada umat.

“Saat ada masalah, seorang ulama itu harus bertanya pada hati yang paling dalam, semua ulama ketika tidak bisa memutuskan sesuatu diharuskan bertaubat, meluruskan tujuannya dan menyerahkan diri kepada Tuhan,” demikian isi kawit Dandanggulo.

Serat Sandiwanito ditulis pada 1823 tahun Jawa atau 26 Desember 1893 di Gedung Kepanjen Tambak Rejo Abdi Keraton. Selain membahas tentang wanita dan beberapa bait nasihat untuk para ulama, beberapa bait di Serat Sandiwanito juga mengajarkan tentang ketauhidan dan penciptaan alam semesta.

Saat ini hanya ada satu kitab Serat Sandiwanito yang menjadi koleksi pribadi seorang kolektor bernama Hartini. Kendati demikian Hartini tengah berncana untuk menyerahkan kitab tersebut pada museum UNS.

Berikut isi bait ke-16 Dandangulo, Serat Sandiwanito yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia:

Semua ulama dan auliya yang mukmin, sabar, syukur dan rela, sudah tiada ciptanya,

Jika merasa sesak di hati segera introspeksi diri dengan hati terdalam,

Harus bertobat dengan sungguh-sungguh dan memperjelas tujuan,

Harus merasa bersalah berserah diri kepada Tuhan merasa sebagai hamba.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *