Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 10 November 2018

Makna Simbolis di Balik Surjan


Makna Simbolis di Balik Surjan

islamindonesia.id – Makna Simbolis di Balik Surjan

 

Surjan adalah pakaian laki-laki Jawa dengan ciri: berlengan panjang, berkerah tegak, dan bermotif lurik. Kata surjan, menurut salah satu tafsir, adalah tembung garba atau gabungan dari dua kata, yaitu “suraksa” dan “janma”, yang berarti “menjadi manusia”.

Sementara menurut Tepas Dwarapura Keraton Yogyakarta, surjan berasal dari kata Arab “sirojan”, yang berarti “pelita/penerang”. Hal ini sebagaimana halnya di dalam Al-Quran terdapat istilah “sirojan muniran”, yang bermakna “pelita/penerang yang menerangi”.

Surjan dipercaya awalnya diciptakan Kanjeng Sunan Kalijaga dan selanjutnya dijadikan sebagai pakaian resmi Kasultanan Mataram.

Ada beberapa tafsir tentang makna-makna simbolis di dalam surjan, di antaranya: bagian leher atau kerah yang memiliki enam kancing adalah melambangkan Rukun Iman yang jumlahnya enam. Dua buah kancing di bagian dada sebelah kanan dan kiri melambangkan dua kalimat Syahadat. Surjan juga memiliki tiga buah kancing yang letaknya di bagian dalam, di dada dekat perut, letaknya tertutup, melambangkan tiga macam nafsu manusia yang harus diredam/dikendalikan/ditutup. Ketiga nafsu tersebut adalah nafsu bahimah (hewani), nafsu lawwamah (nafsu makan dan minum), dan nafsu syaitaniah (nafsu setan).

Ada juga yang mengartikan lima kancing (2 kelihatan di luar, 3 tersembunyi di dalam) melambangkan dua Rukun Islam, Shalat dan Haji yang bisa dilihat, sedangkan syahadat, puasa, dan zakat dimaknai sebagai tiga amalan tersembunyi yang hanya Tuhan yang tahu.

Tiga tali yang menghubungkan enam kancing ibarat tiga guratan dalam wayang yang mempunyai makna harus mati sajeroning gesang (mati dalam hidup). Kematian di sini adalah matinya ego. Secara praktis adalah seperti berkeinginan untuk hidup bahagia dan tenteram. Semakin seseorang menginginkan kebahagiaan dan ketenteraman, maka semakin seseorang itu jauh dari kebahagiaan dan ketenteraman.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *